JAKARTA – Setelah serangan Covid melandai dan sebagian besar masyarakat sudah beraktivitas seperti sebelum pandemi, ekonomi kuartal pertama tahun 2022 tumbuh 5,01 persen.
Kalau ada stimulus baru untuk rakyat kecil dan tambahan bansos tunai untuk orang miskin, ekonomi negeri ini kuartal kedua bisa tumbuh 6 persen. Bahkan, bisa mencapai 6,5 persen.
Kita berharap porsi bantuan pemerintah untuk usaha kecil dan mikro ditingkatkan 50 persen. Sedangkan bansos tunai untuk orang miskin dinaikkan 100 persen.
Apabila orang-orang yang ada di lapisan paling bawah sebulan ke depan ini daya belinya membaik, angka pertumbuhan ekonomi rakyat bisa naik signifikan.
Kita juga berharap, pemerintah mendorong dunia usaha segera merekrut lagi tenaga kerja yang kena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) saat puncak pandemi Covid.
Sektor riil yang sebagian besar sudah mulai bangkit, diharapkan bisa secepatnya mempekerjakan kembali karyawannya yang di-PHK atau dirumahkan.Semakin banyak korban PHK, dipekerjakan kembali, ekonomi negeri ini bisa tumbuh lebih cepat. Bahkan, tahun ini, pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 6,7 atau 6,8 persen.
Artinya, upaya menyerap kembali korban PHK harus jadi prioritas pemerintah.
Untuk itu, pemerintah mesti menyiapkan insentif khusus bagi perusahaan yang merekrut kembali karyawan yang di-PHK saat pandemi.
Insentif bisa diberikan dalam bentuk diskon pajak atau kemudahan dalam mengurus tambahan pinjaman perbankan.
Kita ingin dunia usaha yang sudah mulai bangkit tumbuh lagi jadi kuat dan sehat. Kalau perusahaannya sehat, ke depan pasti mereka akan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar.
Jadi sekali lagi, setelah pandemi berubah jadi endemi pada akhir tahun ini atau awal tahun 2023, ekonomi akan pulih lagi. (KI)
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar