JAKARTA – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPR Puan Maharani tak menghadiri resepsi pernikahan adik Presiden Jokowi, Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, di Solo, Kamis (26/5).
Ketidakhadiran Mega-Puan ini kemudian ada yang mengoreng-goreng dan dibikin gosip yang aneh-aneh. Salah satunya, Mega-Puan dianggap tidak lagi mesra dengan Jokowi. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung membantah spekulasi liar ini.
Gosip aneh ini muncul karena sejumlah ketum parpol koalisi lain hadir dalam resepsi pernikahan itu. Antara lain Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, hingga Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PPP Suharso Monoarfa sebetulnya juga tidak hadir. Namun, tak terlalu jadi bahan omongan. Karena Airlangga dan Suharso diketahui tengah mengikuti sejumlah kegiatan di luar negeri.
Sebenarnya, Puan juga sedang ada agenda yang tidak kalah penting. Yakni, mengisi acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). Acara berskala internasional ini, berlangsung 25-28 Mei 2022, di Nusa Dua, Bali.
“Saya mengucapkan selamat kepada mempelai berdua. Mohon maaf tidak bisa hadir,” ucap Puan, seperti dilansir Antara, kemarin.
Kendati Puan sudah menyampaikan alasan logis, gosip-gosip yang berseliweran terkait ketidakhadiran Puan di acara pernikahan adiknya Jokowi itu, tak dapat dibendung.
Apalagi, sampai kemarin, tidak ada keterangan kenapa Mega tidak datang. Salah satu gosip aneh itu, disebut-sebut menjadi isyarat mulai merenggangnya hubungan Jokowi dengan Mega-Puan.
Di dunia maya, gosip ini bertebaran. Akun @Budionotaslim3 misalnya menulis, “Ada apa nih? Bu Mega dan Mbak Puan kok tidak nampak di pesta pernikahan adik Pak Jokowi. Wonten nopo Bu,” tulisnya.
Akun @MensosJ menduga, ketidakhadiran Mega dan Puan itu, karena Jokowi yang lebih condong ke Ganjar Pranowo.
“Kasihan Mega, Jokowi lebih nurut ke Opung dan Ganjar penerusnya, bukan Puan,” tulisnya.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin ikut meramaikan gosip di dunia maya itu. Dia sependapat, absennya Mega dan Puan dalam pernikahan adik Jokowi merupakan kode hubungan antara Jokowi dengan PDIP sedang tak baik.
“Saya melihatnya sedang ada hubungan yang tak baik antara Jokowi dengan Megawati dan Puan. Jika hubungannya baik, maka baik Megawati dan Puan pasti akan memprioritaskan datang di acara nikah adiknya Jokowi,” ujar Ujang, kemarin.
Apa betul gosip-gosip itu? Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tersenyum.
“Kalau Mbak Puan kan sedang mengisi acara pertemuan PBB tentang bencana alam,” kata Hasto, kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.
Meskipun tidak hadir secara fisik, Mega, Puan dan keluarga besar PDIP, sebut Hasto, tetap mendoakan pernikahan Anwar dan Idayati. Dia lalu menjelaskan ihwal ketidakhadiran Mega di resepsi pernikahan adik Jokowi itu.
“Kalau Ibu Mega, karena masih proses new normal akibat pandemi, lebih banyak di rumah. Kami semua mendoakan perkawinan antara Bapak Anwar Usman dengan Ibu Hj Idayati. Semoga diberikan kebahagiaan, kebersamaan abadi dan juga kami meyakini bahwa perkawinan terjadi karena rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa,” lanjutnya.
Memang, selama pandemi Covid-19, Mega sering tidak menghadiri acara atau keramaian secara fisik. Ia sering menghadirinya secara virtual.
Soal komunikasi antara Mega dan Jokowi, Hasto memastikan masih terjalin dengan baik. Hasto lalu kasih buktinya.
“Kemarin, setelah Lebaran Pak Jokowi juga silaturahmi dengan Ibu Mega. Pertemuan empat mata,” ungkap Hasto, di sela-sela acara Festival Kopi PDIP, di Kawasan GBK, Jakarta, kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, tambah Hasto, Jokowi dan Mega membahas hal-hal strategis. Termasuk soal calon presiden dan wakil presiden. Menurutnya, soal ini tidak bisa dibahas di pinggir jalan. Akan tetapi harus dilakukan di tempat yang hening, agar bisa berkontemplasi.
“Untuk melihat secara jernih terhadap apa yang dimaksudkan oleh Bung Karno dengan amanat penderitaan rakyat,” terangnya.
Meskipun Mega dan Puan tidak datang, Hasto menyebut, elemen PDIP tetap terlihat di kondangan adik Jokowi itu. Sementara, kader Banteng lainnya tidak hadir karena tengah mengikuti dan mempersiapkan sejumlah kegiatan lain, di antaranya Rakernas hingga Festival Kopi.
“Ada beberapa elemen-elemen partai yang juga datang. Doa itu yang terbaik di dalam tradisi kita. Di dalam mengucapkan syukur, termasuk perkawinan,” tuturnya.
Sejumlah orang di lingkaran Istana yang dikonfirmasi soal gosip merenggangnya hubungan Mega dengan Jokowi, enggan berkomentar.
Pengamat komunikasi politik Adi Prayitno menilai, aneka gosip dan isu yang berkembang terkait ketidakhadiran Mega dan Puan di pernikahan adik Jokowi, memang tak dapat dibendung.
“Tapi, kalau saya sih melihatnya lagi berhalangan hadir saja,” kata Adi, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, tadi malam.
Ia menduga, menguatnya gosip renggangnya hubungan Mega dengan Jokowi karena dikait-kaitkan dengan urusan pencapresan. Jokowi disinyalir lebih pro ke Ganjar, sedangkan Mega ingin mendorong Puan.
“Publik tidak hentinya mengaitkan urusan politik, internal, hingga konfigurasi PDIP soal pencapresan itu. Apalagi kehadiran Jokowi di acara Projo memberikan kode yang ditafsirkan mengarah ke Ganjar,” sambungnya.
Namun, Adi ogah terjebak dalam pusaran spekulasi maupun gosip-gosip tersebut. Ia lebih memilih berprasangka baik dalam hal hubungan Mega dan Jokowi.
“Ya wallahu a’lam, saya husnudzon saja,” pungkasnya. (AY)
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar