oleh

Ganjar-Anies Sudah Disodorkan Ke Jokowi

JAKARTA – Mengawinkan Ganjar Pranowo-Anies Baswedan di Pilpres 2024 ternyata bukan hanya wacana angin lalu, tapi duet maut ini bahkan sudah disodorkan langsung ke Presiden Jokowi.

Siapa yang menyodorkan duet Ganjar-Anies ke Jokowi?

“Surya Paloh,” kata Ketua Umum Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi memberi bocoran.

Budi membocorkan hal itu saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (2/6).

“Ya, itu (duet Ganjar-Anies) sudah disampaikan langsung Bang Surya ke Pak Jokowi. Ini kan disampaikan langsung Bang Surya ke Pak Jokowi waktu Selasa malam ketemu, sudah disampaikan,” kata Budi.

Apa respon Jokowi? Budi bilang, Jokowi mengangguk-angguk saat mendengarkan usulan dari Ketum NasDem itu. Dia menganggap, Jokowi mendengarkan usulan dari berbagai pihak.

Namun, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi itu, berpendapat anggukan Jokowi belum tentu setuju dengan duet Ganjar-Anies.

Sebab, tak ada pernyataan resmi dari Jokowi tentang usulan Paloh itu.

“Ya namanya usulan kan oke aja. Artinya, belum pasti, belum tentu setuju dan belum tentu tidak setuju,” ucap Budi.

Dia enggan menjawab gamblang saat ditanya apakah Projo setuju dengan duet Ganjar-Anies. Budi hanya menyampaikan koalisi partai memainkan peran krusial pada Pilpres 2024.

“Kalau usulan sih mantep juga itu (Ganjar-Anies), cuma permasalahannya partai lain dukung enggak?” pekik Budi sembari tertawa.

Sebelumnya, isu Paloh mengusulkan Ganjar-Anies sempat mencuat usai pertemuan dirinya dengan Jokowi, Selasa (31/5) lalu. Namun, Paloh membantah kabar itu.

“Ya ketemu dengan Pak Presiden benar, tapi tidak spesifik membicarakan hal itu,” tegas PalohSekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate juga membantah omongan Budi. Kata dia, pertemuan Paloh dengan Jokowi bukan untuk menjodohkan Ganjar-Anies.

“Pertemuan Bang Surya Paloh dengan Bapak Presiden beberapa waktu lalu telah saya sampaikan kepada publik melalui media. Hasilnya tidak termasuk konfirmasi berita di atas (pernyataan Budi). Bang Surya juga telah menjawab pertanyaan media,” kata Johnny, saat dihubungi Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.

Namun, Menteri Komunikasi dan Informatika itu, tidak menampik pertemuan Paloh dan Jokowi turut membahas politik 2024. Menurut dia, adanya pembahasan tentang suksesi pemimpin yang akan datang bukan hal tabu. Bahkan hal itu positif untuk merancang pembangunan Indonesia yang lebih baik.

“Jadi tidak saja terkait figur capres ataupun pasangan capres-cawapres, namun menyangkut pemimpin yang mampu menjaga keberlangsungan pembangunan negara dan kesatuan negara yang lebih luas,” ungkap dia.

Johnny mengklaim, penjodohan capres-cawapres akan terus dibicarakan secara serius hingga masuk penetapan definitif. Kandidatnya tidak akan terlepas dari nama Anies, Ganjar, Erick Thohir, Airlangga Hartarto, dan Prabowo Subianto.

“Mereka ini tokoh-tokoh politik Indonesia yang saat ini berada dalam etalase besar politik nasional yang mendapat perhatian publik dan sorotan analisis pengamat politik,” tutur Johnny.

Apakah duet Ganjar-Anies bisa terwujud? Pengamat Politik dari Universitas Airlangga, Prof Kacung Marijan menilai duet Ganjar-Anies sulit dipadukan. Sekalipun keduanya mewakili kelompok nasionalis-religius.

“Saya melihat di antara keduanya ada perbedaan tentang bagaimana Islamisme dan nasionalisme ditaruh di dalam bingkai keIndonesiaan. Kayaknya pendekatannya beda,” pekik Kacung kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group), kemarin.

Ditambah lagi kedua kepala daerah tersebut terbentur kendaraan politik. “Ada tidak kesepakatan antara partai-partai bercorak nasionalis dan religius. Kedua, kesepakatan antara dua figur itu. Mereka punya visi yang sama tidak? Kalau tidak nyambung, ya tidak mudah mempertemukannya,” tukasnya. (AY/ rm.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya