SERPONG-Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangsel direncanakan akan dimulai pada September nanti dengan secara terbatas. Namun para orangtua merasa khawatir jika belajar di kelas itu bisa menimbulkan klaster Covid-19.
PTM terbatas tersebut dilaksanakan karena Tangsel berhasil turun level ke level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang sebelumnya berstatus level 4. Pemkot Tangsel sudah melakukan kajian matang untuk melangsungkan PTM terbatas itu.
Salah satu orangtua murid, Uwi (33) mengaku ia masih merasa khawatir akan PTM terbatas. Bahkan dirinya belum sepenuhnya percaya kepada pihak sekolah untuk kesiapan PTM. Ia masih meragukan sekolah bisa menjalankan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.
“Jujur saya dan orangtua lainnya masih khawatir. Karena pihak sekolah sendiri saja masih belum ada ketegasan yang pasti. Masih ada petugas bahkan guru yang kurang patuh terhadap protokol kesehatan. Penjaga sekolah enggak pernah maskeran. Guru juga ada yang enggak pakai masker, malahan ngerokok di lingkungan sekolah,” paparnya.
Menurut Uwi, semestinya semua tenaga didik dan staf di sekolah harus benar-benar menunjukan keseriusannya terhadap protokol kesehatan tersebut. “Gimana mau jaga anak yang masih kecil kan, kalau yang dewasa saja begitu,” tambah Uwi.
Orangtua murid lainnya asal Pamulang, Ica (29) pun meragukan kesiapan pihak sekolah menggelar PTM terbatas. Menurutnya, harus ada pengawas Satgas Covid-19 yang benar-benar mengawasi jalannya PTM terbatas.
“Kalau saya masih belum percaya sekolah. Saya lihat, banyak pegawai di sekolah yang masih enggak taat protokol kesehatan. Namanya anak, apalagi masih SD butuh pengawasan. Kalau pegawai sekolah yang enggak taat, gimana mau jagain anak-anak muridnya,” ujar Ica.
Senada dengan Uwi dan Ica, orangtua murid lainnya yakni, Mia (30) juga sanksi terhadap pelaksanaan PTM akan aman. “Karena kan masih ada Covid-19, anak saya juga belum dapat vaksin karena masih SD. Kalau percaya pengawasan protokol kesehatan oleh sekolah, sih saya percaya tapi enggak 100 persen,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Taryono mengungkapkan, pelaksanaan PTM terbatas mendesak dilakukan lantaran sudah banyak keluhan dari orangtua soal pembelajaran daring.
“Iya insyaAllah mudah-mudahan awal September PTM bisa dilakukan. Arahan Pak Walikota PTM itu agar segera dilaksanakan karena sudah banyak keluhan dari masyarakat,” katanya.(dra)















Komentar