JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi satu-satunya partai yang dapat mengajukan calon presiden (capres) sendiri di Pilpres 2024. Nama Ketua DPR Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo santer dijagokan untuk bertarung.
Saat ini, relawan Ganjar bermunculan dan massif mengkampanyekannya sebagai Capres 2024. Sementara di internal PDIP, kader-kader Banteng juga mulai bergeliat mengusung Puan Maharani sebagai capres.
Geliat kader Banteng mengusung Puan salah satunya terlihat saat acara Festival Kopi Tanah Air di Senayan, Jakarta belum lama ini.
Teriakan “Puan Presiden” menggema saat Ketua DPP PDI Perjuangan itu tengah menyeruput kopi seduhannya. Puan nampak tidak menghiraukan teriakan pendukungnya. Dia asyik bicara dengan petinggi banteng lain yang hadir.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino yang hadir menemani Puan menceritakan, saat itu teriakan dukungan kepada Puan amat ramai.
“Hehehe iya. Memang banyak teriakan Mbak Puan Presiden di acara tersebut. Ya itu kan dukungan kader,” kata anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah IX ini kepada Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.
Namun, Harris menegaskan, soal siapa yang akan diusung, semuanya menunggu keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia meminta publik bersabar.
“Kita tetap harus memiliki kesabaran revolusioner seperti yang diajarkan Bung Karno,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi dukungan kepada Puan di acara tersebut dengan santai. Kata Hasto, teriakan kader karena efek minum kopi.
“Ya kalau habis minum kopi memang muncul euforia,” ujar Hasto.
Hasto juga menegaskan, keputusan siapa capres yang diusung PDIP berada di tangan Mega.
Ihwal Presiden Jokowi diisukan mendukung Ganjar sebagai Capres dalam acara Projo di Magelang beberapa waktu lalu, menurut Hasto, Jokowi hanya ingin mencairkan suasana.
“Kalau dalam teori komunikasi itu ice breaking,” tutur Hasto.
Bagaimana nasib Ganjar di 2024? Apa langkah para relawannya jika Ganjar tak diusung Banteng?
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menyakini, PDIP akan memilih salah satu, Ganjar atau Puan. Sebab, jika tak berkoalisi dengan partai lain, bakal dikeroyok partai lain.
“Kalau Ganjar-Puan dipaksa duet, tak ada power sharing,” ungkapnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka, kemarin.
Dia melihat, memang ada persaingan ketat antara Ganjar dan Puan dalam perebutan tiket partai. Ujang yakin, pilihan Mega akan jatuh kepada putrinya.
“Puan akan didorong PDI Perjuangan. Entah sebagai capres atau cawapres, tergantung dinamika koalisi. Sementara Ganjar mungkin saja ditarik dan diusung koalisi lain,” ulasnya.
Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro mengatakan, meski dimotori partai pemenang di Pemilu lalu, duet Ganjar-Puan, belum tentu menang.
“Setiap opsi ada konsekuensinya. Duet Ganjar-Puan tak ada jaminan mutlak akan menang,” ujar Siti kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini menilai, banyak faktor yang perlu dihitung untuk memprediksi menang atau tidaknya pasangan jagoan di Pilpres 2024. Terlebih, kontestasi pesta demokrasi masih dua tahun lagi. (FAQ/BSH)
Artikel telah tayang rm.id














Komentar