CIPUTAT TIMUR-Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangsel menggelar kaderisasi tingkat dasar di Situ Gintung, Kecamatan Ciputat Timur pada Minggu (28/3). Acara itu sekaligus Dies Natalis ke-67.
Ketua Persatuan Alumni GMNI Kota Tangsel, Putri Ayu Anisya mengungkapkan, dalam mencetak kader Marhaenis yang tanggap zaman, GMNI perlu membangun machtsvorming.
Putri menjelaskan, GMNI memiliki fungsi sebagai organisasi kader dan juga organisasi perjuangan. Maka dalam setiap anggota GMNI itu, melekat jiwa, ruh, dan semangat sebagai pejuang. “GMNI mengutamakan perjuangan yang terorganisir, dan sebagai mahasiswa Marhaenis yang progresif dan revolusioner, GMNI berjuang secara non kooperatif dengan memakai metode machtsvorming dan machtsaweding,” kata Putri.
Untuk menjalankan metode machtsvorming tersebut, Putri menjelaskan, maka GMNI Kota Tangsel harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan berjuang bersama rakyat.
Anggota DPRD Kota Tangsel itu juga menyebutkan, GMNI harus berjuang dan melakukan advokasi terhadap persoalan-persoalan ketidakadilan. “Saya juga menganjurkan kepada seluruh anggota GMNI, khususnya kader GMNI Kota Tangsel untuk segera berbenah diri, tidak ekslusif dalam gerakan, dapat berinteraksi dengan semua kelompok dan golongan, membumi didalam masyarakat,” tutur Putri.(dra)














Komentar