TANGERANG-Menjadi barista mulai digemari banyak anak muda. Kerja barista terbilang spesial, karena dapat terlihat keren dengan menggunakan kaos band dengan jeans lusuh dan sepatu DocMart.
Tetapi, biaya gaya hidup dan kelas barista tidak sebanding dengan besaran gaji yang diterima para barista. “Gajinya 800 ribu sampai 900 ribu sebulan yang saya terima, dengan 8 jam kerja,” terang Teddy Kennedy (19), seorang barista di salah satu kedai kopi di Kabupaten Tangerang.
Gaji yang diterima Teddy sangat jauh dari standar UMK Kabupaten Tangerang, yakni Rp 4.230.792. Untuk menjadi barista yang memiliki sertifikat, jelas harus mengikuti kelas atau kursus barista terlebih dahulu.
Biaya untuk kelas barista mulai dari Rp 3,5 juta sampai 10 juta tergantung kelas apa yang diambil. Masalah gaji barista yang sangat jauh dari UMK Kabupaten Tangerang, salah satunya karena banyak kedai kopi dan kafe berdiri di sektor informal.
Jumlah bisnis kedai kopi dan kafe di sektor informal ini 95%, banyak kedai kopi yang belum terorganisir secara professional, berbeda dengan Starbucks yang berada dalam sektor formal. Ini salah satu faktor mengapa gaji barista jauh dari kelayakan.
“Gaji saya paling kecil 3 juta dan bisa sampai 4,4 juta, itu sebagai barista part-time di Starbucks” jelas Novanda (26), mantan barista di Starbucks.(mg3/yudisthira)
















Komentar