oleh

Kesal Karena Susah Disuruh Makan, Tante Aniaya Balita

PONDOK AREN-Bocah berusia 4 tahun dianiaya ibu angkatnya. Bocah berinisial B itu mengalami luka memar di tubuhnya usai dibanting ke lantai oleh pelaku yang juga merupakan tantenya.

Aksi sadis itu viral. Dalam rekaman video terlihat salah seorang perempuan diduga ibu angkat korban memakai kaos biru lengan pendek dan celana abu-abu itu mengangkat kaki bocah itu ke atas lalu dijatuhkan. Bocah malang tersebut terbanting.

Aksi itu dilakukan secara berulang-ulang. Sementara sang bocah yang terlihat memakai kaos oranye dan celana abu-abu itu hanya bisa menangis usai ditarik kakinya ke atas lalu dibanting.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) Ipda Titta Puspita membenarkan adanya penganiayaan terhadap bocah di Pondok Aren. Kondisi B yang kini telah ditangani oleh unit PPA Polres Tangsel dan juga Pemkot Tangsel, masih mengalami trauma berat. Di bagian bibir, tubuh bagian belakang juga terdapat luka memar-memar.

Titta mengatakan, aksi penganiayaan itu terungkap usai pihaknya mendapatkan laporan berupa video saat bocah tersebut sedang dianiaya. “Jadi kita dapat laporan dari warga soal adanya kekerasan bocah tersebut, setelah kita telusuri kejadiannya di Villa Bintaro Regency Pondok Aren,” kata Titta.

Titta menerangkan, petugas gabungan dari Polres dan Pemkot Tangsel sudah mengamankan pelaku di kediamannya. Sedangkan bocah berinisial B itu pun juga ikut diamankan untuk mendapatkan perawatan.

Diketahui, pelaku penganiayaan bocah tersebut berinisial EW berusia 31 tahun. Motif penganiayaan itu diduga karena korban susah untuk makan. “Motifnya pelaku menganiaya korban karena kesal susah untuk makan, lalu pelaku juga stress akibat work from home (WFH) ditambah dengan sikap korban. Korban merupakan anak angkat pelaku yang merupakan anak dari adiknya yang sudah meninggal,” ujarnya.

Korban diketahui sudah satu tahun dianiaya oleh ibu angkatnya. Pelaku tak lain adalah kakak dari ibu kandung korban yang sudah meninggal dunia. Hal itu terungkap dari pengakuan pelaku kepada polisi saat proses pemeriksaan di Polres Tangsel.

“Sudah sering, menurut pengakuan dari tersangka, korban sering dilakukan tindak kekerasan itu sejak satu tahun lalu,” ujar Titta.

Titta juga mengungkap, video yang viral tersebut direkam oleh babysitter korban. Kemudian video tersebut dikirim ke guru korban. Pasalnya, korban sudah masuk ke Taman Kanak-kanak.

“Berawal dari laporan dari guru korban bahwa mendapatkan video kekerasan yang dilakukan tersangka. Guru korban dikirimi video dari babysitter, dari pengakuannya ternyata sudah berlangsung sudah cukup lama,” papar Titta.

Ketua RT di tempat tinggal korban yakni, Chandra Purnama mengaku, terkejut ada warganya yang melakukan tindak kekerasan kepada balita itu. Pasalnya, selama ini dirinya tak mendapat laporan dari warga lainnya.

“Ya saya kaget juga, belum ada informasi apapun. Warga enggak ada yang tahu peristiwa itu,” katanya

Chandra menerangkan, pelaku diamankan oleh pihak kepolisian pada Jumat (20/8) sekira pukul 22.00 WIB. Pelaku yang diketahui bekerja di salah satu perusahaan provider itu diamankan di rumah kerabatnya di dekat rumah pelaku.

“Dia pulang kerja enggak langsung ke rumahnya, tapi ke salah satu rumah warga yang dekat hubungannya. Kemudian dibujuk dan diamankan,” pungkasnya. (dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya