CIPUTAT-Suasana haru menyelimuti Balaikota Tangsel, Ciputat, Selasa (20/4) sore. Airin Rachmi Diany diarak hingga masuk ke mobil. Kemarin, Airin purna tugas sebagai walikota.
Sejak pagi, Balaikota sudah dipenuhi karangan bunga. Ucapan purna tugas Airin datang dari berbagai kalangan. Dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kepemudaaan (OKP), organisasi masyarakat (Ormas), perusahaan swasta, dan lain-lain.
Tepat pukul 17.30 WIB, Airin didampingi Benyamin Davnie turun ke lantai dasar gedung megah tersebut. Airin mengenakan kalung bunga dengan stelan baju warna krem. Wajah cantiknya terselimuti haru.
Di lantai dasar, para lurah, pejabat, dan masyarakat sudah menunggu. Mereka berbaris serempak. Demikian dari berbagai komunitas, ormas dan kepemudaan. Ragam cenderamata diserahkan. Ada yang membawa karikatur, bunga, dan lain-lain.
Dengan mata berkaca-kaca, Airin menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kepala dinas, lurah dan camat serta lembaga vertikal yang ada di Kota Tangsel. Termasuk para wartawan yang telah mengenal dirinya jauh sebelum menjadi walikota.
“Saya baru sadar saat saya dilantik pada waktu yang sama 10 tahun yang lalu berusia 34 tahun. Jujur saya bukan dari birokrasi. Saya tidak tahu mengenai bagaimana pemerintahan. Saya baru tahu melalui teori. Allah memberikan akal juga ilmu, saya coba cari dan bedah apa itu pemerintahan kota dan pemerintahan daerah. Apa itu tugas walikota dan bagaimana Kota Tangsel yang baru dimekarkan tahun 2008 dan apa potensi yang dimiliki,” ujar Airin di hadapan masyarakat.
Airin merasa beruntung. Selama dua periode memimpin Kota Tangsel, dia didampingi Benyamin Davnie. Menurutnya, Benyamin adalah kakak yang selalu mendampingi, baik saat suka dan duka serta memahami kondisinya.
“Tapi prinsip bagi kami berdua, kami ingin mendekati kesempurnaan. Kenapa kami ingin mendekati kesempurnaan, karena kami niat dengan ikhlas dan kerja keras dengan kerja cerdas tentunya. Kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Tangsel dan pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat yang selama ini membantu dan mendukung di mana kami berkeinginan mendekati kesempurnaan. Semoga bisa memberikan manfaat serta memberikan fondasi yang baik di Kota Tangsel,” paparnya.
Lanjut Airin, proses pembangunan tidak akan pernah berhenti dan kepemimpinan tidak pernah ada kekosongan. Siapapun yang memimpin Kota Tangsel akan menjadi lebih baik lagi. Tinggal bagaimana apa yang kurang untuk ditingkatkan lebih baik lagi.
“Kepada para tokoh pendiri dan pengagas untuk Kota Tangsel, dan tujuan pemekaran Tangsel, semoga nanti berusia 13 tahun adalah memperpendek birokrasi dan tujuan akhir untuk kesejahteraan masyarakat,” pesan Airin.
Kemudian Airin diarak hingga masuk mobil. Banyak orang berdesakan sambil mengabadikan foto bersamanya. Termasuk Airin menyerahkan bunga pemberian dari anak buahnya. Setelah diterima kemudian diserahkan ke Wuri. Wuri adalah pegawai di Kecamatan Pamulang yang ramah kepada semua orang. (din)














Komentar