JAKARTA – Nabi Muhammad sendiri, selain dikenal sebagai nabi, rasul dan kepala pemerintahan, juga ia menonjol sebagai tabib untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Dalam kitab Al-Thibb al-Nabawiy (Pengobatan ala Nabi), dapat diketahui bagaimana terampilnya Nabi mengupayakan penyembuhan terhadap berbagai jenis “pasien” yang dihadapinya.
Yang lebih menarik dari buku itu, Nabi mengkombinasikan antara ramu-ramuan, doa dan gerakan-gerakan tertentu, yang di antaranya mirip dengan cara penyembuhan ala Reiki.
Al-Qur’an sebagai kitab suci spiritual umat Islam dijadikan tuntunan dalam upaya menciptakan holistic healing oleh para praktisi kesehatan dalam lintasan sejarah umat Islam. Al-Qur’an sendiri mengklaim dirinya sebagai “penyembuh” bagi orang yang percaya: Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
(Q.S. Al-Isra’/17:82Penyembuhan alternatif di luar metode konvensional ilmu kedokteran tentu dibutuhkan konsentrasi feminine, yang sesungguhnya hal ini bisa diassosiasikan dengan ketulusan, keikhlasan, kekhusyukan, dan tawakkal penuh kepada Allah Swt. Agama dan dan kearifan local (local intelligent) bisa.
Ini semua mengisyaratkan kepada kita bahwa semestinya alam semesta tidak diperhadapkan satu sama lain apalagi menjadikannya alam ini korban, oleh kepentingan subyektifitas janka pendek seseorang atau suatu kelompok.
Alam raya seharusnya dipadukan menjadi suatu entitas khusus yang amat diharapkan keutuhannya untuk memberi dukungan kepada manusia memikul tanggungjawabnya. Sesungguhnya alam ini diciptakan Tuhan dengan simetris, sehingga kecelakaan akan terjadi bagi manusia.
Tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia, sebagaimana dituliskan dalam Al-Qur’an: (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali ‘Imran/3:191).
Artikel telah tayang di rm.id
















Komentar