oleh

Dubes RI Untuk Singapura Suryopratomo In Memoriam Mas Margiono : Selara Kelas Tinggi

SINGAPURA – Ketika mendengar Mas Margiono harus dirawat karena positif Covid-19, ada perasaan khawatir. Berita itu diterima saat saya sedang browsing foto-foto lama, dan menemukan foto saat kami sedang berkunjung ke Surabaya, 21 Oktober 2018.

Ketika itu, kami diundang Gubernur Jawa Timur Soekarwo untuk peluncuran bukunya yang berjudul “Berkaca dari Kegagalan Liberalisasi Ekonomi.”

Pengalaman sebagai relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di awal pandemi, memberikan pemahaman bahwa Covid-19 berbahaya bagi mereka yang memiliki obesitas, diabetes, dan ginjal.

Obat yang dikonsumsi untuk menyembuhkan Covid-19, memberikan efek yang berlawanan terhadap penyakit bawaan yang dimiliki.

Mas Margiono setidaknya memiliki obesitas. Namun, saya mencoba menyangkal fakta itu, dan berharap Mas Margiono bisa segera pulih.

Harapannya, Covid-19 yang menyerang Mas Margiono adalah varian Omicron. Varian yang baru ini diketahui tidak menyerang paru-paru, tetapi hanya saluran atas pernafasan.

Banyak yang terinfeksi varian Omicron, gejalanya ringan dan fatalitasnya rendah.

Ketika Pemimpin Umum Rakyat Merdeka Ratna Susilowati memberi kabar kondisinya membaik, ada rasa senang karena Mas Margiono bisa segera berkumpul kembali dengan rekan-rekan wartawan.

Ketua Umum PWI Pusat periode 2008-2018 ini merupakan sosok yang bersahaja dan rendah hati. Kami selalu berupaya untuk saling cium tangan, ketika bertemu.

Sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mas Margiono selalu mencium tangan Presiden ketika bertemu. Dalam dunia kewartawanan yang egaliter, cara seperti itu banyak dikritik para wartawan.

Mas Margiono dianggap merendahkan profesi wartawan. Namun, sebagai orang yang dibesarkan di Jawa Timur dan akrab dengan kultur pesantren, itu merupakan bagian dari keseharian Mas Margiono. Ia tentu mendengar kritikan yang disampaikan.

Namun, Mas Margiono tidak pernah berubah. Tetap dengan sopan santunnya, untuk mencium mereka yang lebih dituakan dan dihormati.

Selasa, 1 Februari 2022, Allah SWT berkehendak lain. Mas Margiono dipanggil ke haribaan-Nya. Serangan Covid-19, membuat Mas Margiono menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 09.20 WIB.

Dunia kewartawanan Indonesia kehilangan salah seorang sosok pemimpin yang 10 tahun mewarnai organisasi profesi wartawan. Tepat di bulan saat wartawan akan memperingati Hari Pers Nasional yang ke-75.

Sosok cerdas

Harus diakui, Mas Margiono merupakan sosok cerdas. Itu bisa terlihat dari caranya berbicara yang penuh dengan humor kelas tinggi, dan membuat orang yang mendengarnya tergelak. Ia bahkan kerap menertawakan dirinya sendiri.

Setiap Peringatan HPN, pidato Mas Margiono selalu ditunggu-tunggu. Ia mampu menghipnotis hadirin, dengan pidato yang bukan hanya sarat dengan pesan, tetapi juga dengan cara pembawaan yang penuh dengan humor.

Semua orang tahu Mas Margiono berada di balik pemberitaan Rakyat Merdeka yang sering kali menohok, bahkan mulai dari judul beritanya. Tetapi, orang tidak bisa marah ketika bertemu langsung dengan mas Margiono, karena cara mengkritiknya berbeda sama sekali dengan koran yang dipimpinnya.

Jelas tidak mudah membuat humor seperti itu. Apalagi, di tengah sebuah acara yang formal dan dihadiri para petinggi negara. Dibutuhkan kemampuan kognitif yang kuat, disertai proses emosional yang terkelola dengan baik.

Hanya orang-orang yang memiliki kecerdasan tinggi, yang mampu menyampaikan humor kelas tinggi seperti itu. Humor yang tidak murahan. Bisa menyentil, tanpa harus membuat orang yang disentil merasa dipojokkan, dan semua orang merasa terhibur.

Ketika Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari pertama kali terpilih menggantikan Mas Margiono, ia meminta agar Mas Margiono yang menyampaikan pidato pada peringatan HPN.

Bang Atal ingin, agar tradisi pidato Mas Margiono tidak tiba-tiba hilang. Baru setahun kemudian, Bang Atal tampil sebagai sosok Ketua Umum PWI Pusat.

Kecerdasan Mas Margiono itulah yang membuat Rakyat Merdeka mampu menjadi surat kabar politik yang diperhatikan para pembaca.

Di tengah persaingan yang begitu ketat di Ibu Kota, Rakyat Merdeka mempunyai tempat tersendiri di mata pembacanya. Kuncinya terletak pada kemampuan untuk memiliki signature yang tidak dimiliki surat kabar yang lain.

Kekhasan Rakyat Merdeka mampu dipertahankan sampai sekarang.

Mas Margiono benar-benar seorang the real leader, yang tidak sekadar melahirkan pengikut (followers), tetapi melahirkan the next leader.

Kehilangan Berarti

Bagi saya pribadi, kepergian mas Margiono merupakan kehilangan yang sangat berarti. Kehilangan seorang teman, kehilangan seorang pemimpin, yang tidak pernah takut kehilangan perannya.

Seringkali, Mas Margiono menelepon untuk meminta saya hadir di acara yang ia sedang persiapkan.

Kadang, saya diminta untuk memoderatori acara PWI Pusat tentang prospek ekonomi yang menghadirkan pejabat negara. Atau, meminta saya menyampaikan pikiran dalam diskusi soal pers maupun soal kebangsaan.

Mas Margiono sendiri, sering memilih tidak berbicara. Kalaupun berbicara, tidak berpanjang-panjang. Ia sangat percaya, kalau sosoknya tidak akan turun derajatnya hanya karena tidak tampil. Mas Margiono tetap mas Margiono.

Setelah acara peluncuran buku Gubernur Soekarwo pada 2018, Mas Margiono mengajak saya untuk menikmati kuliner Jawa Timur. Ia memilih mampir di Soto Gubeng untuk makan siang. Saya ikut saja apa yang dipesan mas Margiono.

“Di sini, soto buntutnya juga enak. Bagaimana kalau kita tambah lagi? Sekarang, coba soto buntutnya,” ajak Mas Margiono ketika kami baru selesai menikmati soto dagingnya.

Dalam soal makan Mas Margiono sepertinya tidak ada pantangannya. Semua yang enak, ia coba nikmati, sambil beberapa kali Mas Margiono melap keringat yang membasahi dahinya. “Enak ini,” katanya puas.

Teman yang bertubuh subur dan menyenangkan ini, sekarang sudah beristirahat di sisi-Nya.

Pepatah Latin mengatakan: Mortui vivos docent, dari kematian kita belajar tentang kehidupan. Dari Mas Margiono kita sama-sama belajar bagaimana menjalani kehidupan ke depan.( http://Rm.id /AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya