oleh

BIN Gelar Vaksinasi di 12 Provinsi

JAKARTA – Kasus Covid-19 varian Omicron terus tumbuh dan melebar, namun kabar baiknya, Omicron tak seperti varian Delta yang begitu mematikan. Omicron memang gampang naiknya, gampang menularnya, tapi Omicron juga cepat turunnya, juga cepat melemahnya. Agar si Omicron ini cepat musnah, Presiden Jokowi terus meminta tingkatkan kewaspadaan, jangan panik, dan jangan lupa vaksinasi.

Soal vaksinasi ini, berulang-ulang diingatkan pemerintah. Yang belum vaksinasi, ayo vaksinasi. Yang baru vaksinasi sekali, ayo vaksinasi kedua kalinya. Yang sudah vaksinasi dua kali dan dapat kesempatan untuk booster, ayo booster. Ajakan ini terus dilakukan karena memang, vaksinasi terbukti secara empiris dan medis, mampu menghambat penularan Covid-19. Bahkan, mereka yang dan tak punya komorbid, bisa terhindar dari tingkat keparahan dan kematian.

Mengingat pentingnya vaksinasi, Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggencarkan vaksinasi Covid-19. Sasarannya saat ini difokuskan bagi anak usia 6-11 tahun dan lanjut usia (lansia).

“Kami terus menggencarkan vaksinasi di tengah kenaikan kasus Covid-19 hingga ke pelosok daerah,” kata Kepala BIN, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan

Mantan Wakapolri yang akrab disapa BG ini berharap, dengan adanya pelaksanaan vaksinasi ini, bisa meningkatkan herd immunity atau kekebalan tubuh, serta mencegah penularan virus Corona varian Omicron.

“Bagi masyarakat yang sudah divaksin, terus menjaga protokol kesehatan. Semoga dengan ikhtiar ini, Covid-19 bisa melandai dan pandemi berubah jadi endemi,” BG berpesan dan berharap.

Vaksinasi BIN kali ini dilakukan di 12 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Jawa Tengah, Riau, dan Bali. Kemudian Kalimantan Tengah, Bengkulu, Aceh, DIY, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan.

Seperti apa pelaksanaan vaksinasi di 12 provinsi ini? Kepala BIN Daerah (Kabinda) Riau, Brigjen TNI Amino Setya Budi merinci, pelaksanaan vaksinasi kali ini dilakukan di Pekanbaru dan 12 kota lainnya, juga di 4 pulau terluar, yaitu Pulau Rupat, Pulau Rangsang, Pulau Jemur, dan Kepulauan Meranti.

“Sasarannya adalah anak-anak,” katanya.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), pelaksanaan vaksinasi digelar hingga ke pelosok daerah. Hal tersebut sesuai arahan dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan.

“Kami gelar vaksinasi di pelosok Desa Tigarun, Kabupaten Balangan. Tidak hanya terpusat di balai desa, kami juga melakukan metode door to door,” ujar Kabinda Kalsel, Brigjen Pol Heri Armanto.

“Pelaksanaan door to door ini dilakukan untuk memudahkan lansia yang kesulitan datang ke lokasi vaksinasi terpusat,” tambahnya.

Untuk menarik minat masyarakat mengikuti vaksinasi, Binda Kalsel juga membagikan paket sembako. Hal itu sekaligus sebagai apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung vaksinasi.

 

Anak-Anak Antusias Ikut Vaksinasi

Di Bali, pelaksanaan vaksinasi massal untuk anak-anak disambut dengan antusias yang tinggi. Hal itu terbukti dari jumlah peserta vaksin yang hadir di GOR Purna Krida, Kabupaten Badung.

“Sebagian besar anak-anak didampingi orangtuanya. Mereka sangat bersemangat mengikuti vaksinasi,” kata Kabinda Bali, Brigjen Pol Hadi Purnomo.

Hadi mengatakan, untuk mengapresiasi semangat dan antusias anak-anak yang mengikuti vaksin, Binda Bali memberikan snack. Serta mensosialisasikan penerapan prokes.

“Dengan pemberian snack, tentunya akan menambah semangat dan kami lakukan sebagai apresiasi kepada anak-anak. Kami juga mengingatkan pentingnya prokes usai divaksin kepada mereka,” jelas Hadi.

 

Jangan Panik Hadapi Omicron

Presiden Joko Widodo menilai lonjakan kasus positif Covid-19 saat ini tengah mendekati puncak kasus seperti Juli tahun lalu. Tepatnya, ketika varian Delta menyerbu Indonesia. Diakuinya, varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, namun fatalitasnya lebih rendah ketimbang varian Delta.

Sebab itu, Jokowi meminta masyarakat tetap tenang, disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes), dan kurangi aktivitas yang tidak perlu. Eks wali kota Solo itu juga meminta masyarakat yang belum divaksin untuk segera divaksin. “Bagi yang sudah divaksin lengkap dan sudah waktunya untuk disuntik vaksin penguat, booster, agar segera vaksin booster,” pesannya.

Bagaimana perkembangan corona di Tanah Air? Kemarin, terjadi penambahan 44.526 kasus, total menjadi 4.807.778. Penambahan ini otomatis mengerek kasus aktif 17.499 orang menjadi 352.849 pasien. Adapun yang sembuh bertambah 26.916 menjadi 4.309.763 orang. Sementara yang meninggal ada 111 orang, sehingga totalnya ada 145.176 korban.

Ahli Epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo menyebut pandemi masih melabeli status Indonesia.

“Ini belum endemi. Kemarin kita sempat hampir endemi. Tetapi naik lagi karena Omicron. Dan omicron munculnya dari luar Indonesia,” tutur Windhu.

Apalagi, saat ini masih terus terjadi penularan. Sehingga mutasi virus tidak dapat terelakkan. Karena, mutasi muncul karena terjadinya transmisi.

Kata Windhu, jika ingin tidak ada varian baru lagi, maka jangan memberikan kesempatan terjadinya penularan. Prokes menjadi perisai utama dalam mencegah penularan. Perisai kedua adalah vaksin Covid-19 dosis lengkap. Tujuannya, meski tertular, tubuh tidak akan berada pada situasi kritikal, bahkan sampai meninggal.

Sebelumnya, mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama berpandangan sama bahwa meski penularan Omicron cukup tinggi, namun hingga saat ini tingkat kematiannya rendah.

Secara global, lanjut Prof Tjandra, Omicron masuk di gelombang keempat. Peningkatan kasusnya 2 sampai kali lipat lebih tinggi dari pada gelombang sebelumnya.

Namun, katanya, secara global pula, kasus Omicron sebenarnya sudah mulai turun. Durasinya lebih pendek dari varian lain, yakni hanya butuh sekitar 1 sampai 2 bulan untuk mencapai puncak ledakan kasus. Beberapa negara yang kasusnya mulai merebak di bulan Desember 2021, mulai turun sejak awal Februari 2022.

Kendati begitu, Prof Tjandra tetap mengingatkan jangan anggap ringan Omicron ini. (http://rm.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya