PASAR KEMIS- Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kalimantan Selatan yang dibantu Polresta Tangerang menggerebek sebuah gudang penyimpanan oli palsu bermerek AHM, SPX2 dan Yamalube di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Jumat (10/12/2021) malam. Hasilnya polisi menyita ribuan botol oli palsu berbagai merek tersebut dan mengamankan satu pelaku yang merupakan pemilik gudang tersebut berinisial BS.
Kasus peredaran oli palsu ini bisa terungkap berkat adanya laporan 2 agen pemegang merek (APM) resmi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang merasa curiga dengan produk oli yang beredar di beberapa bengkel di Banjarmasin. Ketika ditelusuri dan satu pelaku berinisial IP berhasil ditangkap, ternyata oli yang disuplai itu merupakan oli palsu yang disuplai oleh seseorang di Kabupaten Tangerang.
“Dari situ, tim dari Ditreskrimum Polda Kalsel langsung berkoordinasi dengan kami di Polresta Tangerang untuk melakukan penggerebekan di gudang ini dan kita temukan ada 42.972 botol oli palsu berbagai merek. Kita juga mengamankan BS yang merupakan pemilik gudang ini,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kabupaten, Kompol Dadih Permana Putra.
Sementara itu, Kasubdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan, AKBP Ridwan Raja Dewa mengatakan bahwa untuk mengelabui masyarakat pelaku menjadi lokasi tersebut sebagai bengkel motor dan menjual beragam sparepart kendaraan roda dua.
“Jadi modusnya mereka ini menyamarkan bisnis mereka ini dengan membuka bengkel onderdil motor. Pelakunya kita bawa ke Polda Kalimantan Selatan untuk pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut, sementara untuk untuk barang buktinya kita juga akan bawa ke sana tapi tunggu penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri Tangerang,” lanjut Ridwan.
Polresta Tangerang akan terus dikembangkan untuk bisa mengetahui dimana pelaku memproduksi oli-oli bekas ini termasuk mendata kemana saja pelaku mengedarkan oli palsu ini.
“Kita juga masih selidiki ada beberapa kandungan bahan kimia yang mereka pakai untuk membuat oli palsu ini. Kta juga sudah kirimkan sampelnya ke uji lab terhadap ke apakah ada kandungan terkait dengan pemalsuan oli tersebut atau tidak nantinya,” tandasnya.(NET/AY)
















Komentar