TIGARAKSA-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dilantik menjadi Wakil Presiden Partnerships in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Governments (PLNG) secara virtual di ruang Cituis Gedung Setda Kabupaten Tangerang, Rabu (2/12). Di saat yang sama, Kabupaten Tangerang ditunjuk menjadi tuan rumah forum PNLG forum 2022 mendatang. Pelantikan serta penunjukan itu dapat menjadi momentum bagi Pemkab Tangerang untuk menata kawasan pesisir pantai utara.
Zaki Iskandar menyatakan banyak manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penetapannya sebagai Wakil Presiden PLNG serta ditunjuknya Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah forum PLNG. Diantaranya, kata Zaki,. Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa bertukar pikiran, diskusi, bertukar informasi dan saling membantu untuk mengembangkan wilayah desa pesisir dengan para juara-juara pengembangan desa pesisir dalam forum tersebut.
“Manfaatnya sangat banyak. Ini yang sangat penting bagi kita. Ini juga bisa membuka hubungan dengan kota kembar yang ada di beberapa negara lain untuk saling membantu. Bahkan bukan hanya masalah penanganan pesisir pantai saja, tetapi juga untuk penanganan lainnya, seperti transportasi, atau penanganan sampahnya juga. Jadi intinya sangat banyak manfaatnya, ” ujar Zaki.
Zaki menambahkan forum PLNG tahun 2022 akan dilaksanakan di dua lokasi. Kegiatan konvensi dan pameran akan dilakukan di ICE BSD City dan sekitaran Gading Serpong. Namun untuk lokasi kunjungan ditetapkan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk.
” Pamerannya akan dilakukan di ICE atau sekitar Gading Serpong. Sementara untuk kunjungan akan dilakukan di Ketapang, Mauk termasuk fasilitas-fasilitasnya akan dikunjungi, ” katanya.
Zaki menambahkan, Kabupaten Tangerang telah siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum PNLG 2022 mendatang, meskipun masih baru sebagai anggota PNLG. Dia juga mengatakan bahwa penataan kawasan pesisir masih perlu ditingkatkan.
Menurut Zaki, penataan kawasan pantai oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang dilakukan secara lintas sektoral dan berkesinambungan. Dengan program unggulan Gerakan Membangun Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) yang dimulai sejak tahun 2015, penataan kawasan pantai Kabupaten Tangerang yang panjangnya sekitar 51,2 km telah kelihatan hasilnya. Bahkan sudah banyak berbagai institusi, pemerintah daerah dan internasional mengadopsi program unggulan penataan kawasan pantai ini untuk diterapkan di wilayahnya masing.
“Suatu kehormatan bagi Kabupaten Tangerang menjadi tuan rumah Forum PNLG 2022. Kepercayaan ini memotivasi Pemkab Tangerang untuk bekerja lebih cerdas dan bijaksana dalam mengelola wilayah pesisir”, tuturnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Taufik Emil mengatakan, dalam persiapan menjadi tuan rumah forum Pamsea Network of Local Governments di tahun 2022 nanti. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan melakukan berbagai perbaikan infrastruktur dan perbaikan pemukiman warga di pesisir pantai Desa Ketapang, Kecamatan Mauk.
Diantaranya, membangun akses jalan baru dari Jalan Raya Mauk-Sepatan, bisa langsung menuju Desa Ketapang, Kecamatan Mauk. Lalu, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), kemudian pembangunan rumah-rumah warga yang dinyatakan tidak layak huni.
Penyuplaian air bersih juga sudah disiapkan dari PDAM TKR Kabupaten Tangerang. Lalu, pembangunan jogging track diantara hutan mangrove. Kemudian pembangunan gazebo-gazebo di lokasi hutan mangrove dan normalisasi di Kali Ketapang. Termasuk mengangkut perahu-perahu nelayan yang sudah tidak terpakai. Untuk melakukan persiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menggelontorkan dana sebesar Rp25 Miliar yang telah disahkan dalam APBD 2022.
” Untuk jalan khusus, nanti mulai dibangun. Untuk tanahnya sudah dilakukan pembebasan. Untuk anggaran sudah disahkan dalam APBD untuk Ketapang ini sebesar Rp25 Miliar. Itu dari beberapa dinas, ” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangeranng, Achmad Taufik menambahkan, fasilitas TPS yang kurang akan ditambah. Sementara TPS yang menganggu akan dipindah. Sekaligus, secara perlahan akan dibangun teknologi pengolahan sampah di TPA Jatiwaringin.
“Saya rasa ini bukan hanya dalam rangka menyambut forum Pemsea Network of Local Governments. Tetapi memang setiap waktu harus ada peningkatan. Kalau TPS kurang ya kita tambahkan, kalau menganggu ya kita pindahkan,”tambahnya. (alfian/gatot/bnn)
















Komentar