TANGERANG – Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah masih menunggu hasil surveillance untuk dapat menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan PTM 100 persen di minggu depan. Sejauh ini, Arief menyampaikan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih lanjut untuk pertemuan 100 persen.
“Jadi ini kita kan sudah satu minggu lebih anak-anak kita lakukan PTM, jadi kita lakukan surveillance hasilnya belum keluar,” jelas Arief kepada awak media, Jum’at (11/3/2022).
Meskipun begitu, Arief dalam hal ini ingin agar semua kelas (SD dan SMP) dapat melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai minggu depan.
Namun, dalam mengimplementasikan hal tersebut dirinya masih menunggu hasil surveillance serta berdiskusi dengan ahli epidemologi.
“Harapan kita semua kelas minggu depan sudah bisa melakukan PTM. Bahkan kita mau coba apakah memungkinkan bisa PTM 100 persen,” sambung Arief.
Diketahui sebelumnya, Arief menetapkan PTM Terbatas tahap I untuk kelas 6 dan kelas 9 sebanyak 50 persen. Hal tersebut yang nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk melanjutkan PTM tahap kedua dalam kondisi 100 persen, apabila dinilai layak oleh ahli epidemologi.
Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya akan melaksanakan PTM 100 persen. Faktor lain dapat dipertimbangkan dengan melihat apabila tren kasus covid-19 di Tangerang Kota dapat terkendali.
“Mungkin aja (PTM 100 persen minggu depan), kalau kita melihat kasusnya semakin terkendali,” jelasnya.
Dilaporkan dalam halaman resmi Bidang P2P Dinas Pendidikan Kota Tangerang, bahwa kasus positif Tangerang Kota per-11 Maret 2022 bertambah sebesar 234 jiwa, sehingga total keseluruhan kasus positif sebanyak 75.605 jiwa.
Dengan perincian, kasus aktif berjumlah 2.925 jiwa yang berkurang sebesar 141 dari hari senelumnya, sedangkan kasus sembuh meningkat sebanyak 373 jiwa dan menjadi 72,111 jiwa yang aktif.
Sebagai informasi, salah satu persyaratan untuk dapat melakukan PTM 100 persen bahwa seluruh murid maupun jajaran sekolah sudah vaksin minimal dosis pertama dan dosis kedua serta melengkapinya dengan dosis ketiga (booster).
“Minimal dosis 1 dan dosis 2. Kalau sudah waktunya booster, ya ikut booster,” tandasnya. (SH)
















Komentar