Oleh : Kiki Iswara Darmayana
JAKARTA – Angka penularan Covid-19 terus melandai. Sejak awal pekan ini, angka positif Covid rata-rata sudah berada di bawah 25 ribu kasus per hari, bahkan hari Jumat (11/3) kemarin turun ke 16.110 kasus.
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga menurun. Angka keterisian ruang rawat Covid di rumah sakit rujukan sudah berada di bawah 25 persen dan ruang ICU di bawah 15 persen.
Artinya pandemi Covid sudah terkendali. Angka kesembuhan juga sudah jauh lebih tinggi dari angka positif harian. Ini menumbuhkan optimisme bahwa pandemi bakal berubah jadi endemi akhir tahun ini atau awal tanun 2023.
Secara bertahap pemerintah telah melonggarkan aturan perjalanan. Calon penumpang kereta api, kapal laut dan pesawat terbang domestik yang sudah divaksinasi lengkap tak diwajibkan lagi tes antigen atau PCR.
Supaya para pelaku perjalanan terhindar dari serangan Covid, mereka wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penularan Covid pada lansia selama melakukan perjalanan, kita berharap pemberian booster atau vaksinasi penguat dikebut.
Petugas dinas kesehatan kabupaten, kota dan puskesmas mesti mendatangi lansia dari rumah ke rumah atau door to door.Kita berharap akhir Mei, 40 persen lansia sudah di-booster dan akhir Juli 2022 sudah mencapai 50 persen.
Upaya menyadarkan warga yang belum mau divaksinasi, harus terus dilakukan. Para kepala daerah hingga camat dan lurah diharapkan turun ke kampung-kampung meyakinkan warganya bahwa vaksinasi dan booster itu sangat penting untuk menangkal serangan fatal Covid.
Sekali lagi, meski pandemi Covid terus melandai, kita tak boleh lengah. Satgas Covid harus menegur keras orang-orang yang melanggar prokes di ruang publik dan sarana transportasi umum.
Kalau kita bersama-sama mau menjaga prokes, pandemi bisa berakhir lebih cepat dari perkiraan epidemiolog atau ahli kesehatan masyarakat yang ada di WHO (Organisasi Kesehatan Dunia). (http://rm.id /AY)
















Komentar