FILIPINA – Anak diktator Filipina, Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong Marcos menang telak atas Leni Robredo dalam Pilpres Senin (8/5) kemarin.
Hitungan tak resmi menunjukkan, Marcos Jr berhasil meraup 98 persen suara, dari total 31 juta pencoblos. Dua kali lebih tinggi, dibanding perolehan Robredo.
Hasil resmi Pilpres Filipina, baru akan diumumkan pada akhir bulan ini.
“Ada ribuan sukarelawan, kelompok paralel, pemimpin politik, yang telah memberikan dukungan kepada kami, karena keyakinan kami pada pesan persatuan,” kata Marcos Jr yang berdiri di samping bendera Filipina, dalam sebuah pesan video yang diposting di akun Facebook-nya.
Seperti dilansir The Straits Times, saham Filipina pada hari ini, sempat turun 3 persen. Manut ekuitas global yang lebih lemah.
Sementara mata uang peso, naik 0,4 persen terhadap dolar AS.
“Investor ingin melihat, seperti apa tim ekonominya,” kata Kepala Strategi Pasar BDO Unibank di Manila, Jonathan Ravelas.
Pendukung Robredo Marah
Jutaan pendukung Robredo marah dengan hasil Pilpres ini Bagi mereka, kemenangan Marcos Jr tak ubahnya seperti barang lama dengan muka baru, yang hadir kembali.
Mereka mengkritisi ribuan penentang Marcos yang teraniaya selama era darurat militer 1972-1981. Serta nama keluarga Marcos yang identik dengan penjarahan, nepotisme, gelimang kemewahan, dengan miliaran dolar kekayaan negara menghilang.
Demo Mahasiswa
Selasa (10/5), sekitar 400 orang yang didominasi mahasiswa, menggelar protes terhadap kemenangan Marcos Jr di luar Kantor Komisi Pemilihan Umum (Comelec).
Comelec yang menyebut aksi tersebut berjalan damai, menguatkan penolakannya terhadap pengaduan yang diajukan berbagai kelompok. Termasuk, korban darurat militer yang berusaha mengeliminasi Marcos Jr dari Pilpres, atas tuduhan penggelapan pajak.
Salah satu pemohon petisi, Akbayan dari kelompok kiri, mengaku akan mengajukan banding di Mahkamah Agung atas keputusan tersebut.
Dia menggambarkannya sebagai kegagalan kolosal dan institusional.Kemenangan besar Marcos Jr juga mengamankan putri Presiden Rodrigo Duterte, Sara Duterte-Carpio di posisi wakil presiden.
Sara Duterte yang unggul tiga kali lipat dibanding rival terdekatnya, terlihat akan mendongkrak daya tarik Marcos di berbagai bidang.
Sementara itu, Kelompok HAM Karapatan meminta masyarakat Filipina menolak kepresidenan Marcos Jr, yang disebutnya dibangun di atas kebohongan dan disinformasi.
“Marcos Jr belum secara terbuka mengakui kejahatan ayah dan peran keluarganya, sebagai penerima manfaat langsung,” demikian pernyataan Kelompok HAM Karapatan.
“Marcos Jr terus meludahi kuburan dan penderitaan para korban darurat militer Marcos, dengan berpura-pura tidak tahu tentang banyak kekejaman yang terdokumentasi,” imbuh pernyataan tersebut.
Marcos Jr, yang menghindari debat dan wawancara selama kampanye, baru-baru ini memuji ayahnya sebagai seorang jenius dan negarawan. Namun, dia tampak kesal dengan pertanyaan tentang era darurat militer.
Di lain pihak, Robredo meminta para pendukungnya untuk melanjutkan perjuangan mereka, demi kebenaran, hingga pemilihan berikutnya.
“Butuh waktu untuk membangun struktur kebohongan. Kami punya waktu dan kesempatan, untuk melawan dan membongkar hal ini,” ucap Robredo. (AY)
Artikel ini telah tayang di rm.id
















Komentar