TANGERANG – Dalam menjalankan bulan Ramadhan sejumlah aktifitas ibadah menjadi rutinitas yang dilakukan oleh umat Islam, termasuk salah satunya i’tikaf atau berdiam diri di masjid-masjid.
I’tikaf merupakan menetap atau berdiam di dalam masjid semata-mata untuk mencari keridahaan Allah serta bermuhasabah terhadap seluruh perbuatan yang telah dilakukannya.
Terlebih lagi, selama bulan suci Ramadhan, banyak orang yang berbondong-bondong melakukan kegiatan i’tikaf. Hal itu dilakukan baik selama seharian atau pun semalaman penuh hingga menjelang sahur.
Dalam kesempatannya, Ketua DKM Masjid Al-Azhom, Jl. Satria-Sudirman, Sukaasih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, KH. Chaeruddin turut mempersilakan bagi siapa pun yang ingin melaksanakan i’tikaf di masjid Al-Azhom. Namun, apabila hingga menjelang waktu sahur, Chaeruddin dan jajaran pengurus masjid tidak menyiapkan santapan sahur.
“Yang mau i’tikaf silakan saja, cuma kami pengurus tidak menyediakan makan sahur,” tutur Chaeruddin kepada Tangselpos.id, Senin, (11/4/2022).
Lanjut Chaeruddin, sebelum masa pandemi seperti saat ini. Pihak pengurus masjid senantiasa rutin menyediakan makan sahur. Akan tetapi, untuk saat ini fokus pada ibadahnya saja, sebagaimana arahan dari pimpinan.
“Jadi emang arahan pak Wali, konsentrasi ibadahnya saja gitu,”
“Silakan yang mau i’tikaf abis teraweh misalnya, tidak dilarang si silakan saja. Cuma itu bedanya masjid tidak menyediakan konsumsi,” lanjutnya.
Diketahui untuk kerapatan sholat berjama’ah di masjid Al-azhom juga sudah dilakukan seperti biasa. Artinya sesuai dengan aturan MUI, yang menghapus jaga jarak dalam saf sholat, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Saf sholat rapat biasa sesuai dengan arahan dari MUI, tidak pake jarak jadi bebas sekarang,” jelas Chaeruddin.
Chaeruddin berpesan kepada khususnya seluruh jama’ah dan pengurus masjid Al-Azhom, Tangerang untuk senantiasa meramaikan masjid terutama selama bulan suci Ramadhan.
“Untuk meramaikan masjid, jama’ah jangan kendor, justru ada kecenderungan makin kesini itu jama’ah makin berkurang tidak hanya di Al-azhom saja. Diharapkan sampe seterusnya bertahan (ramaikan masjid) sampai akhir Ramadhan,” tandasnya. (SH)
















Komentar