oleh

Polemik Pembuatan Taman di Kali Sipon, Kabid: Sebab Banyak Pedagang Buang Sampah di Kali

TANGERANG – Rencana pembuatan taman di Kali Sipon saat ini menjadi polemik antara Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun aparat serta dinas terkait.

Sebab, sebelumnya dilakukan penertiban kawasan pinggiran Kali Sipon dari PKL yang berdagang di sekitarnya pada H-1 sebelum hari raya Idul Fitri 1443 H beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Pertamanan, Indri menyampaikan bahwasanya penertiban para pedagang kaki lima (PKL ) tersebut bukan lantaran tidak dibolehkannya berdagang.

Akan tetapi, sebab para pedagang yang berjualan di pinggir kali Sipon tersebut cenderung membuang sampah ke kali, sehingga hal tersebut mencemari kali Sipon, bahkan tidak dipungkiri pula hal itu dapat menjadi penyebab terjadinya banjir.

“Jadi manfaatkan bantaran kali itu jadi tempat berdagang, tidak masalah kalau cuma berdagang yang jadi masalah ketika mereka membuang sampah ke badan air,” tutur Indri kepada Tangselpos.id, Sabtu, (14/5/2022).

Ihwal hal itu, Indri mengatakan bahwa sampah yanb menjadi persoalan sebab tidak setiap hari para petugas membersihkan kawasan Sipon saja sementara masih banyak wilayah Tangerang Kota yang juga perlu untuk pembersihan sampah.

“Kendalanya adalah sampah yang setiap harinya ada terus, pasukan kita setiap hari bersihin juga tidak mungkin, sebab kan tanggung jawabnya se-Kota Tangerang,” lanjutnya.

Adapun penertiban tersebut merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan dari gabungan OPD yaitu Dinas PUPR, Dispudbar, dan Satpol-PP

Indri juga menjelaskan perihal skema pembuatan taman yang nantinya dibuat di bantaran (pinggiran) kali Sipon.

Nantinya, taman tersebut akan dibuat dengan bentuk gundukan-gundukan tanaman, panjangnya dari masjid Al-Mujahidin, Jl. Irigasi Sipon, Cipondoh, hingga jalan pertigaan Gondrong. Adapun taman tersebut dibuat dengan lebar rata-rata sekitar 3 meter.

“Mulai dari masjid itu (Masjid Al-Mujahidin) sampai ke pertigaan Gondrong, dan lebar yang kita tanam rata-rata 3 meter,” jelasnya.

Sejauh pantauan Tangselpos.id, pembuatan taman tersebut saat ini sudah berlangsung dan masih dalam proses pengumpulan gundukan tanah di sekitar bantaran Kali Sipon.

Menurut informasi, tanah yang digunakan merupakan tanah hasil pengerukan dari saluran-saluran yang kemudian dikumpulkan di lokasi pembuangan di kecamatan Tangerang.

Serta tanah tersebut dimanfaatkan untuk pengurukan di bantaran kali Sipon dalam menunjang pembuatan taman.

“Dinas PUPR supply tanahnya, Disbudpar yang mengolah tanahnya terus ditata jadi taman,” lanjutnya.

“Tanahnya hasil kerukan dari saluran mana-mana dikumpulkan di satu lokasi pembuangan di wilayah kecamatan Tangerang, dan lokasi pembuangan penuh kita manfaatkan tanah bekas-bekas pengerukan saluran itu ke bantaran kali Sipon,” Tandasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya