oleh

[Ekslusif] Gaungkan Hari Perempuan Dari Balik Lapas Perempuan (LPP) Tangerang

TANGERANG– Masih dalam momen memperingati Hari Perempuan Internasional pada 08 Maret lalu. Lapas Perempuan Klas II A Tangerang giat menggaungkan pemberdayaan warga binaan perempuan.

Dalam wawancaranya saat ditemui, Kepala Lapas Perempuan (LPP) Klas II A Tangerang, Esti Wahyuningsih menilai bahwa setiap manusia tentu memiliki kesempatan kedua. Begitu pun, perempuan warga binaan di sini merupakan orang yang menyusuri jalan yang salah. Oleh sebab itu, mereka dibina serta diberdayakan sebelum akhirnya dapat kembali bergabung dengan masyarakat setelah masa hukuman selesai.

“Mereka adalah orang yang salah jalan, sehingga mereka dimasukkan ke dalam lapas. Nah, kemudian disini tidak didiamkan saja, dibina,” ujar Esti saat diwawancarai, Kamis (10/3/2022).

Kepala Lapas Perempuan (LPP) Klas II A Tangerang, Esti Wahyuningsih. (tangselpos.id/sh)

Pimpinan dan seluruh jajaran petugas lapas memfokuskan pembinaan warga binaan pada dua aspek; kepribadian dan kemandirian. Hal tersebut dinilai menjadi fokus utama dalam pembinaan warga lapas di Lapas Perempuan Klas II A Tangerang.

Dalam pembinaan kepribadian setiap warga binaan dilatih untuk mempersiapkan mental maupun spiritual. Hal tersebut dimaksudkan agar nantinya setiap warga binaan tersebut dapat mengolah emosi dan stress dalam menghadapi setiap persoalan.

Selain itu, pada unsur kepribadian setiap warga binaan dalam lapas juga diajarkan untuk senantiasa melatih nasionalisme dan pancasilais. Dengan demikian, seluruh pertugas bersama warga binaan sering melaksanakan kegiatan upacara.

“Upacara untuk menyadari kesadaram berbangsa karena kita kan NKRI. Jadi, meskipun kita berada di dalam penjara, rasa nasionalisme dan pancasilaisnya masih tetap ada,” tutur Nuraini, Bidang Pembinaan Kepribadian, Kamis (10/3/2022). 

Selain fokus terhadap bidang pembinaan kepribadian. Fokus selanjutnya juga dalam bidang pembinaan keterampilan. Dalam bidang ini, seluruh elemen petugas memfokuskan sasaran untuk menggali keterampilan, potensi, minat dan bakat para warga binaan lapas.

“Bidang kepribadian ya mereka dibina mentalnya, kalau ada yang mungkin disini stress atau apa,” tutur Esti.

“Mereka dibina untuk punya keterampilan supaya nanti pada saat keluar dia tidak melanggar hukum lagi,” sambungnya.

Adapun seluruh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan sebagai sebuah wujud merealisasikan harapan agar dapat meningkatkan pemberdayaan perempuan di dalam lapas. Sebab, dengan begitu berguna agar seluruh perempuan di dalam tahanan masih tetap mendapatkan hak untuk menggali potensi dan berkembang.

Kembali diketahui bahwa seluruh warga binaan perempuan yang berada dalam LPP Klas II A Tangerang hampir 90% disebabkan kasus narkoba.

“90% mereka narkoba, mereka kerja jual, kurir dan rata-rata kurir,” jelasnya lebih lanjut.

Setelah ditelusuri dalam liputan ekslusif oleh Wartawan Tangsel Pos, diketahui bahwa pada Kamis (10/3/2022) di dalam Lapas Perempuan tersebut sedang melakukan kegiatan pembinaan bisnis.

Liputan ekslusif berhasil menangkap momen-momen kegiatan kemandirian mulai dari pembukaan usaha laundry terkait cara pembuatan sabun dan membangun kegiatan kemandirian laundry hingga makanan rumahan (cake dan pastry).

Kegiatan Pelatihan Kemandirian Laundry

Dalam kegiatan tersebut, seluruh warga binaan lapas diajarkan untuk membangun kegiatan kemandirian usaha dan ekonomi kreatif. Salah satunya dalam membangun bisnis Laundry.

“Kita mengajarkannya dari awal, seperti saat ini cara menghilangkan noda dan pembuatan sabun. Agar nanti siapa tau mereka bisa bangun usaha sendiri setelah keluar dari sini,” jelas Indri, Bidang Pembinaan Kemandirian saat menemani liputan ekslusif wartawan, Kamis (10/3/2022).

Terlihat antusiasme warga binaan dalam menekuni setiap pembelajaran dan arahan yang disampaikan oleh pengajar dari UMKM laundry professional.

Kegiatan Pelatihan Makanan Rumahan

Di tempat yang lain, juga turut diadakan pelatihan kemandirian makanan olahan rumahan. Di mana dalam hal ini dijelaskan perihal membangun dasar modal usaha dan keuntungan.

Selain mendapatkan materi dalam kemandirian, seluruh warga binaan juga diberikan kesempatan untuk mempraktekan secara langsung setiap materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Hal tersebut agar seluruh warga binaan dapat merealisasikan setiap ilmu yang didapat guna menjadi bekal setelah keluar dari tahanan.

Sebagai informasi, untuk saat ini seluruh warga binaan di Lapas Perempuan (LPP) Klas II A Tangerang berjumlah 383 orang. Di mana dalam lapas tersebut terdapat 7 blok, masing-masing dikhususkan untuk blok kriminal dan narkoba.

Di akhir, Kepala Lapas Perempuan Klas II A Tangerang menyampaikan harapan agar berkurangnya kasus tahanan wanita. Serta untuk masyarakat agar dapat menerima kembali setiap tahanan yang sudah berakhir masa hukumannya. Sebab, setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya.

“Harapannya, makin sedikit perempuan yang masuk lembaga permasyarakatan dan dari masyarakat bisa menerima mereka kembali,” pungkasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya