TANGSEL – Jumlah gedung sekolah negeri, baik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Tangerang Selatan diakui masih terbilang minim.
Hal itu diakui langsung oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Menurutnya, jumlahnya masih tak sebanding jika dihadapkan dengan kebutuhan dan pertumbuhan siswa di kota termuda se-Banten ini.
“Kalau bicara kurang, kurang saja. Kenapa demikian? Karena rombongan belajar (rombel) setiap tahun akan meningkat yang harus bersekolah di SD. Kemudian dari SD ke SMP setiap tahun juga akan bertambah,” jelas Benyamin, Rabu (5/1/2022).
Persoalan kurangnya lahan, kata Benyamin, menjadi faktor utama dalam permasalahan ini. Untuk itu, ia kini fokus untuk menggunakan lahan yang sudah tersedia lebih dahulu.
Tujuannya, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayahnya tetap berlangsung dengan lancar.
“Jadi kita akan manfaatkan lahan yang ada, kita kekurangan lahan. Kemudian dari 157 SD yang sudah dibangun, itu mungkin tinggal beberapa belas yang belum dibangun menjadi tiga lantai. Standar kita tiga lantai seperti untuk kelas satu dua dan tiga,” terangnya.
Atas kondisi itu, Benyamin menuturkan bahwa pembangunan gedung sekolah ini ke depannya akan menjadi salah satu prioritas yang disisipkan oleh Pemkot Tangsel dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Termasuk, kata Benyamin, untuk merenovasi bangunan gedung SMPN 6 Tangsel di wilayah Jombang, Ciputat, Tangsel, yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan pada beberapa ruang kelasnya.
“Akan kami prioritaskan dengan APBD yang akan datang. (SMPN 6 Tangsel) tahun ini akan kita perbaiki,” pungkasnya. (RMN)















Komentar