JAKARTA – Benda mirip tank yang ditemukan nelayan tengah terapung di Laut Natuna, Kepulauan Riau , tak memiliki senjata, sonar, ataupun kamera. Hal itu disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Mabes AL Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/1).
Yudo mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Pusat Hidro-Osenaografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AL (Dislitbangal) untuk mendalami temuan itu. “Sudah kita datangkan Pushidrosal sama Dislitbangal ke sana. Sampai saat ini, belum menandakan itu ada alat deteksi dan sebagainya. Jadi, itu seperti tongkang ya, tongkang yang gitu bentuknya seperti tank,” ujarnya.
Di dalam benda itu tidak ditemukan komponen canggih yang biasa ada di tank. “Sudah kita cek bawah airnya, atas airnya, ada monitornya atau tidak, mungkin semacam sonar. Masih belum ketemu, nggak ada,” ungkap dia.
Ia menyampaikan, TNI AL juga bakal meminta pendapat dari pakar terkait temuan tersebut. “Kalau kemarin saya coba mungkin itu untuk sasaran tembakan senjata ringan, tapi bekas-bekasnya senjata nggak ada. Peluru-peluru nggak ada, jadi masih kosongan seperti tongkang yang kedap sehingga dia bisa mengapung di laut,” papar Yudo.
Informasi soal penemuan itu sebelumnya disampaikan melalui akun instagram resmi TNI AL. Benda itu ditemukan personel Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang. Benda mirip tank itu terlihat bercorak oranye. Benda itu dibawa ke Posmat Kijang dengan cara ditarik menggunakan kapal kayu milik nelayan. Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebelumnya menyebut benda tersebut tak berbahaya. (NET/AY)
















Komentar