SERPONG-Anggota DPR RI Rano Karno menyambangi Kantor DPC PDIP Kota Tangsel di Serpong. Kunjungan itu untuk Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Dalam kesempatan itu, Rano sempat bermain angklung bersama sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangsel.
“Mungkin banyak yang bertanya apa korelasi Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan kebudayaan. Sebagaimana diketahui bahwa UUD 1945 pasal 32 ayat 1 dan 2 UUD 1945 mengamanatkan kita untuk menghormati, memelihara, serta mamajukan kebudayaan nasional. Kemudian diperkuat dengan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” ungkap Rano.
Maka menurutnya, dapat disimpulkan bahwa memelihara dan melestarikan kebudayaan adalah bagian dari Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Mantan gubernur Banten ini menjelaskan, dalam pidato peringatan proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno menyampaikan konsepsi Tri Sakti. Menurut Bung Karno, ada tiga modal penting dalam hidup bernegara yang tengah menghadapi bahaya yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.
“Berkepribadian dalam kebudayaan adalah sebuah kecemasan Bung Karno mengenai infiltrasi budaya asing begitu mudah terjadi dan menggoyahkan sendi-sendi kebudayaan lokal yang selama ini menjadi akar kebudayaan nasional,” papar Rano
Ditambahkan Rano, intuisi Bung Karno tersebut terbukti benar. Pada masa sekarang westernisasi menjadi simbol modernitas. Apalagi saat ini, hantaman pandemi yang membuat pertunjukan-pertunjukan kebuyaan hampir mati.
“Padahal, nilai-nilai budaya lokal yang beraneka ragam adalah modal bagi terbentuknya identitas bangsa. Bung Karno telah berpesan kepada kita semua bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat apabila berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.(irm)
















Komentar