SERPONG-Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tangsel menggelar diskusi bertajuk “Cegah Dini Perilaku Radikal dan Teror” yang dihadiri 60 peserta di salah satu resto bilangan Serpong dengan prokes ketat.
Para peserta terdiri dari pemuka agama Islam, Katholik, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu. Serta unsur Pimpinan Rumah Ibadat, kaum millenial dan dua organisasi yang konsen terhadap pluralisme yakni, Himpunan Putera Puteri Angkatan Darat (HIPAKAD) dan Bhinneka Research Indonesia Institute.
Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin mengatakan, penyebab orang berperilaku radikal, karena berpikiran sempit, fanatik berlebihan, dan senang memprovokasi. “Tentu untuk mencegahnya kita haruslah mengasah kepekaan terhadap lingkungan terdekat, meningkatkan kepedulian terhadap situasi dan kondisi seputar kita, dan berusaha untuk berpikir terbuka untuk membiasakan hidup toleransi,” ujarnya.
Kapolres mengimbau agar para pemuka agama serta pucuk pimpinan rumah ibadat, dan kaum millenial secara sadar mau menyekolahkan jari-jemarinya untuk menghindari kesalahan memanfaatkan media sosial. “Banyak bergaul dan berteman dengan orang baik, agar ketularan perilaku yang baik-baik,” pesannya.
Kegiatan itu dibuka oleh Wali Kota Benyamin Davnie yang juga selaku Pembina Utama FKUB yang mana pada kesempatan itu diwakili Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Mukodas Suhada.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan FKUB, memadu padankan peserta kegiatan antar generasi. Langkah ini cukup strategis sebagai media penukaran perilaku positif dalam moderasi beragama yang ada pada pemuka agama kepada kaum millenial,” ujar Mukodas.
Sementara, Ketua FKUB Tangsel, Fachruddin Zuhri mengatakan, bahwa dirinya sangat bahagia sebab peserta kegiatan cukup antusias, bahkan jumlah peserta melebihi prediksi dari sebelumnya. Baik dari unsur Pengurus Harian FKUB sebagai penyelenggara, maupun peserta dari beberapa unsur lainnya. (din)














Komentar