JAKARTA – Sebagai pemimpin yang tegas, ia berjanji akan menjatuhkan sanksi indisipliner kepada kelompok burung Hud-hud. Namun hukuman itu batal dijatuhkan lantaran burung Hud-hud membawa berita menarik.
Sebuh kerajaan yang dipimpin seorang ratu (Ratu Balqis) dan berhasil mengantar bangsanya menjadi negeri indah penuh pengampunan Tuhan (baldatun thayyibah wa Rabbun gafur). Ratu Balqis juga mendapatkan gelar “pemilik singgasana besar” (laha ‘arsyun ‘adhim). Kedua prestasi ini belum pernah terulang di dalam sejarah umat manusia.
Kecerdasan burung Hud-hud dalam menceritakan pengalamannya maka Tuhan memberikan kepercayaan burung Hud-hud itu untuk mengantar surat Nabi Sulaiman kepada Ratu balqis. isi surat Nabi Sulaiman singkat: akhirnya si burung Hud-hud meletakkan surat itu tepat di atas dada Ratu Balqis.
Dalam suasana kaget, ia memanggil para pembesarnya untuk mendiskusikan peristwa baru saja dialaminya: “Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan ini, aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kalian berada di dalam majlisku (27:32). berkat kearifan dan kecerdasan yang dimiliki perempuan ratu ini, maka strateginya betul-betul membuat Nabi Sulaiman berfikir berat.
Namun pada akhirnya Nabi Sulaiman atas izin allah swt berhasil mengendalikan situasi bahkan berhasil menggabungkan dua negeri adidaya tersebut.
Peran burung Hud-hud yang menyampaikan adanya potensi musuh di negeri seberang ditanggapi serius Nabi Sulaiman dengan mengirim surat kepada ratu balqis, pemimpin bangsa Saba’.
Langkah pertama pendekatan Sulaiman mmengirim surat diplomasi kepadanya yang diantar oleh burung Hud-hud.
Dalam riwayat disebutkan burung Hud-hud menerobos ke dalam lubang angina kemudian surat itu diletakkan di atas dada Ratu balqis yang sedang beristirahat siang di tempat tidurnya seorang diri.
Begitu membaca surat itu, langsung ia mengumpulkan para pembesarnya lalu menceritakan peristiwa aneh datangnya surat yang disebutnya dengan “surat mulia/kitab karim”, karena intinya surat itu mengajak Ratu balqis untuk menjalin “hubungan diplomatik”(Q.S. Al-Naml/27:29). allahu a’lam. (http://rm.id /AY)
















Komentar