PANDEGLANG – Selama tahun anggaran (TA) 2021, terjadi peningkatan kapasitas fiskal daerah dan peningkatan fungsi ekonomi di Kabupaten Pandeglang. Hal tersebut disampaikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita saat menyampaikan nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) akhir TA 2021 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (30/3/2022).
Peningkatan pendapatan daerah terealisasi Rp 196,06 (86,38 persen) dari target Rp 226,97 miliar. Persentase kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 89,96 persen atau dengan capaian 59,90 persen dari target yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Pandeglang sebesar 150 persen. Alokasi anggaran untuk pembangunan dengan realisasi Rp 1,807 triliun atau capaian 201,07 persen dari target yang telah ditetapkan Rp 899 miliar.
“Peningkatan pendapatan daerah dengan realisasi Rp 196,06 miliar atau capaian 86,38 persen atas target yang telat ditetapkan Rp 266,97 miliar. Persentase kenaikan pendapatan asli daerah dengan realisasi 89,86 persen dengan capaian 59,90 persen atas target yang telah ditetapkan sebesar 150 persen,” ungkap Bupati Irna.
Selain terjadi peningkatan kapasitas fiskal daerah, dalam LKPj TA 2021 juga menunjukkan perbaikan pada pelaksanaan fungsi ekonomi. Pelaksanaan fungsi ekonomi terealisasi Ro 26,69 miliar (94,35 persen) dari target Rp 28,29 miliar.
Kata Irna, capaian fungsi ekonomi tersebut sesuai dengan sasaran kebijakan strategis, antara lain tertanggulanginya angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya fungsi serta sarana dan prasarana perdagangan dan pasar, meningkatnya pemberdayaan koperasi, pengusaha mikro, kecil dan menengah serta meningkatnya jaringan kelembagaan dan investasi industri pertanian.
“Jumlah penduduk miskin sebanyak 120,44 atau dengan capaian 124,91 persen dari target 96,421 orang. Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan dengan realisasi 9,92 persen atau dengan capaian 71,875 persen dari target 7,13 persen,” beber Irna.
Selanjutnya tingkat pengangguran terbuka dengan realisasi 9,18 persen atau dengan capaian 77,12 persen dari target 7,08 persen. Indeks tingkat daya beli/pengeluaran dengan realisasi 40,41 indeks atau dengan capaian 63,27 persen dari target 63,86 indeks serta indeks gini rasio dengan realisasi 0,305 indeks atau dengan capaian 55,73 persen dari target 0,17 indeks.(rie)
















Komentar