SLEMAN-Persita Tangerang tersingkir di Piala Menpora 2021. Meski masih menyisakan satu laga lagi di Grup D yakni melawan Bali United, namun apapun hasil akhirnya, tak mampu mengubah nasib Tim Pendekar Cisadane.
Kepastian Persita gagal lolos ke babak selanjutnya itu setelah kalah 1-3 atas Persib Bandung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Senin (29/3). Pertandingan tersebut merupakan laga kedua Persita di Grup D Piala Menpora. Skor serupa juga dialami Persita ketika melawan Persiraja Banda Aceh pada laga perdana 24 Maret lalu.
Saat melawan Persib, gawang Persita pun lebih dulu kebobolan di menit ke-15 lewat Esteban Gabriel Vizcarra. Setelah gol Persib, skuad Pendekar Cisadane masih terus mencari celah untuk bisa menembus pertahanan lawan. Beberapa peluang pun sempat tercipta, salah satunya dari tendangan bebas Rifky Dwi Septiawan, pemain muda Persita U-20. Sayang, belum bisa dikonversi jadi gol.
Masih asyik mencari celah, Persita malah kembali kebobolan di menit ke-36 melalui Listanto Butuan. Titik terang baru menghampiri Persita saat salah satu pemain Persib melakukan pelanggaran di area kotak penalti dan Persita pun dihadiahi tendangan penalti yang dieksekusi dengan baik oleh Chandra Waskito di menit ke-46. Skor 1-2 hingga turun minum.
Di babak kedua, tiga pemain dimasukkan sekaligus yakni Irsyad Maulana, Ahmad Nur Hardianto dan Flavio Cameron untuk menambah daya dobrak. Namun lagi-lagi, Persita harus mengakui keunggulan lawannya. Di menit ke-65 melalui Queiroz Diaz, gol ketiga Persib kembali tercipta. Setelah ketinggalan dua gol, Persita pun kembali tampak kewalahan.
Meski ada beberapa peluang yang menjanjikan, pada akhirnya Persita harus mengakui kemenangan Persib dengan skor akhir 1-3. Dengan perolehan ini, maka bisa dipastikan Persita tidak akan lanjut berjuang di babak selanjutnya di Piala Menpora.
Pelatih Kepala Persita, Widodo C. Putro menerapkan, dirinya menerapkan strategi berbeda untuk pertandingan ini. “Selamat untuk Persib yang telah memenangkan pertandingan pada malam hari ini. Memang kami di babak pertama kita menerapkan 3-5-2 berharap kita bisa menahan mereka dulu, baru nanti babak kedua kita baru menyerang. Tapi ya, memang kecerdikan dari pemain Persib ini yang tidak bisa kita jaga, kita kontrol. Akhirnya di babak pertaa kita sudah kehilangan poin. Tapi di babak kedua kita ada perubahan dan sungguh sangat positif untuk perkembangan tim ini untuk menuju ke Liga 1,” ujar Widodo usai pertandingan.
Meski kiprah Persita di Piala Menpora dipastikan terhenti di babak penyisihan ini, Widodo masih memiliki rencana jangka panjang untuk Persita di Liga 1 nanti, termasuk penyusunan skuad pemain ke depannya.
“Yang pasti kami untuk saat ini belum komplit dengan pemain. Kita juga tidak pakai pemain asing juga. Dan nanti ada beberapa peman mungkin yang akan kita tambah dan di pos-pos mana yang kita perlu untuk menambah pemain. Ini adalah bagus untuk perkembangan individu maupun tim di dalam menatap Liga 1 ini,” paparnya.
Widodo pun mengakui bahwa anak didiknya masih memiliki banyak ketidaksempurnaan baik kolektif secara tim maupun secara individu. “Ya memang organisasi, kapan kita kehilangan bola, itu yang mesti kita perlu terus perbaiki. Dan memang yang saya sebutkan tadi, di dalam permainan tentu ada beberapa pemain yang masih harus ditingkatkan lagi skill individu dan kemampuan individunya,” ungkap Widodo.(ave)













Komentar