oleh

Atensi Pemkot Tangerang Untuk Rumah Kosong dan Pendatang Pasca Mudik

TANGERANG – Masyarakat Kota Tangerang kian beramai-ramai lakukan mudik menjelang lebaran Idul Fitri 1443 H. Untuk itu, Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah himbau untuk masyarakat agar antisipasi keamanan rumah yang ditinggal saat mudik.

“Kita sudah bikin imbauan kepada masyarakat ketika tinggalin rumahnya titip sama tetangganya, RW-nya, khawatir ada satu dan hal,” tutur Arief, Jum’at, (29/4/2022).

Mengingat pada momen jelang lebaran saat ini hampir sekitar 20-30 persen masyarakat Kota Tangerang yang melakukan mudik. Sehingga, apabila dihitung dari 1.8 juta masyarakat Kota Tangerang, sebanyak 200 ribu orang turut serta dalam mudik.

“Kurang lebih 20-30 persen ya pendatang di Kota Tangerang, kalau dari jumlah penduduk Kota Tangerang 1.8 (juta jiwa), mungkin sekitar 200 ribuan,” ujar Arief.

Dengan begitu, perlu adanya peningkatan keamanan untuk rumah-rumah kosong yang ditinggalkan mudik.

Untuk itu, Arief turut menegaskan selain menitipkan rumah-rumah yang ditinggalkan kepada tetangga maupun pengurus setempat saat mudik. Perlu adanya laporan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa), atau Binamas setempat agar bisa melakukan pendataan untuk mengantisipasi jika hal-hal buruk terjadi.

“Agar melapor juga ke Babinsa atau Binamas setempat, jadi bisa melakukan pendataan, supaya mengantisipasi hal-hal terburuk yang mungkin terjadi,” sambungnya.

Selain warning dengan rumah-rumah kosong yang ditinggalkan untuk mudik. Arief menaruh atensi terhadap kepadatan penduduk pasca lebaran.

Sehingga Arief kembali menyampaikan kepada masyarakat yang mudik ke kampung halaman. Ketika nanti kembali lagi ke Tangerang Kota, dan membawa sanak saudara atau orang baru. Perlu dilakukan pemeriksaan justiti agar tidak menimbulkan kerawanan sosial khususnya di Kota Tangerang.

“Kaitan dengan pendatang nanti kita akan adakan operasi justiti karena kemaren ada arahan juga dari pak Kejari (Kejaksaan Negeri). Masalahnya bukan hanya pendatang, orang yang masuk ke Kota Tangerang semua harus jelas, mau ngapain, kebutuhannya seperti apa, jangan sampai nanti menimbulkan kerawanan sosial,” tutur Arief.

Meski begitu, apabila nantinya ada pendatang baru di Kota Tangerang, Wali Kota dua periode tersebut berharap agar mereka memiliki skill, keterampilan, sehingga bukan hanya mengadu nasib.

“Tentunya, kita berharap mereka kalau pun kesini, harus punya skill, keterampilan, jangan cuma mengadu nasib, karena di sini banyak masyarakat juga yang terus mencari pekerjaan,” tandasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya