JAKARTA – Al-Qur’an memberikan isyarat agar kita menyelesaikan setiap urusan dan persoalan secara proporsional, rasional, dan terukur.
Allah SWT mengingatkan kebiasaan manusia sering tergesa-gesa di dalam mengambil keputusan: Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (azab) -Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. (Q.S. al-Anbiya’/21:37). Manusia juga dilnilai suka panic dan selalu berkelu kesah: Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. (Q.S. Al-Ma’arij/70:19).
Manusia diingatkan untuk berdisiplin terhadap waktu sebagai pangkal penyelesaian persoalan penting dan genting, sebagaimana disebutkan di dalam Q.S. Al-‘Ashr: Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-‘Asr/103:1-3).
Ada sejumlah ayat seperti ini, yang mengingatkan betapa perlunya kita berdisiplin terhadap waktu.
Sebagai manusia kita diingatkan agar betul-betul menghargai waktu, bahkan Allah mengingatkannya dengan cara bersumpah demi waktu, sebagaimana ayat di atas. Ini penting artinya buat kita, karena orang-orang yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan, atau tidak menghargai waktu, maka akibatnya antara lain:
Visi dan misi hidupnya menjadi tidak jelas, tidak punya skala prioritas dalam urusan, tiba masa tiba akal, sering over loaded dalam pekerjaan hidup, jarang menyelesaikan urusan secara maksimal, sering bersikap reaktif, tidak memiliki jiwa besar.
Akibatnya orang itu sering stress, dibayangi kecemasan, terlihat kelelahan, prestasinya biasa-biasa saja, sering terlihat apatis, lemas, dan frustrasi. Hal-hal seperti ini dilarang setiap agama. (http://rm.id/AY)
















Komentar