SETU-Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dituntut mampu mengembangkan teknologi untuk mengembangkan dakwah berkemajuan di Kota Tangsel. Hal itu terungkap dari acara pelantikan dan diskusi publik di Gedung DPRD Kota Tangsel, belum lama ini.
Ketua Umum PDPM Kota Tangsel, Fathor Rohman menyampaikan program prioritas di periode kepemimpinannya. Pertama, akan menjadi wadah untuk mensolidkan Muhammadiyah di Tangsel. Kedua, menjadikan Pemuda Muhammadiyah sebagai laboratorium kaderisasi bagi pemuda.
“Selanjutnya, kami akan menggembirakan dakwah berkemajuan di Tangsel sesuai dengan motto pemuda secara nasional. Terakhir, kami akan mengembangkan digitalisasi, entrepreneurship dan UMKM di kalangan pemuda,” ujarnya.
Dalam acara pelantikan dan diskusi publik, PDPM Tangsel mengundang sejumlah organisasi kepemudaan, KNPI, Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah, IMM dan IPM. “Kami sengaja mengundang kawan-kawan dari organisasi pemuda lain guna terus mempererat tali silaturahmi dan mengedepankan aksi-aksi nyata pemuda di Tangsel,” jelasnya.
Para tokoh hadir sebagai narasumber yakni, Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah Zaedi Basiturrozak, Anggota DPR RI Fraksi PAN Muhammad Rizal, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid dan Pengamat Politik Djoni Gunanto.
Zaedi Basiturrozak menegaskan, disrupsi digital memaksa semua orang menerapkan teknologi informatika dalam aktivitas sehari-hari, di mana berbagai bidang kehidupan telah mulai didigitalisasikan, bahkan berkembangnya pun pesat. Meskipun demikian, lanjut dia, peran Pemuda Muhammadiyah harus bisa melakukan akselerasi untuk memberikan inovasi di bidang teknologi.
Zaedi berharap, Pemuda Muhammadiyah hari ini harus sudah berada pada era disrupsi dimana ide dari generasi muda dapat mengubah setiap sistem atau struktur yang sudah ada.
Ia pun mencontohkan, seperti disrupsi digital dalam bidang UMKM. Hal ini juga tidak dapat dihindari, banyak usaha kerakyatan dan tempat wisata yang banyak lainnya dikenal sampai mancanegara melalui aplikasi maupun website.
Sementara, Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid mengatakan, Tangsel mempunyai Perda No 1 Tahun 2019 tentang Kepemudaan. Ini salah satu apresiasi pemerintah kepada pemuda untuk merancang gerakan yang g lebih produktif lagi. Saat ini Tangsel sedang menggenjot indeks pembagunan pemuda di mana salah satu ukurannya adalah inovasi gerakan yang dilakukan pemuda.
“Peran pemuda Muhammadiyah paling tidak harus bisa merancang gerakan dari sisi kesehatan dan ekonomi, salah satunya adalah hidup sehat dan mengikuti protokol kesehatan. Dari sisi ekonomi keberlanjutan organisasi harus tetap berjalan salah satu penopangnya adalah ekonomi pemuda,“ tutupnya.(din)















Komentar