
TANGSEL-Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar donor darah, Kamis (25/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangsel ke-13.
Masyarakat sangat antusias mengikuti donor darah ini. Mereka merupakan pegawai RSU maupun keluarga pegawai, pasien, dan masyarakat umum lainnya.
“Dua tahun pandemi, kebutuhan darah terbatas. Jadi kita ikut donor untuk membantu PMI. Selama ini PMI mendorong kita untuk pemenuhan darah melalui donor,” ungkap dr. Umi Kulsum, Dirut RSU Kota Tangsel.
Dia menambahkan, selama pandemi Covid-19 mungkin masyarakat takut mendonorkan darahnya. “Yang tadinya rutin selama tiga bulan sekali, selama pandemi jadi khawatir. Insya Allah masyarakat juga tergerak lagi hatinya untuk menyumbangkan darahnya demi kelangsungan ranah kesehatan,” paparnya.
dr. Umi Kulsum menjelaskan, rangkaian peringatan HUT Kota Tangsel ke-13, selain doroh darah, pihaknya juga melaksanakan vaksinasi.
“Untuk donor darah ini kita hanya mengadakan untuk hari ini saja. biasanya kita setiap tahun bekerjasama dengan PMI, tapi karena kemarin 2 tahun pandemi jadi off, ini kita mulai lagi,” paparnya.

dr. Umi Kulsum juga memastikan kebutuhan darah di RSU Kota Tangsel selalu tersedia, karena kita bersinergi dengan PMI Kota Tangsel. “Dimana kalau kita minta selalu ada dan terpenuhi yang terdaftar kemarin hampir lebih di bawah 100 ini on the spot, tapi kan memang harus pemeriksaan jadi yang lolos belum tentu sama dengan yang mendaftar,” tukasnya.
Dia juga mengapresiasi kepada Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang selama ini selalu mendukung program kesehatan dengan pemenuhan sarana dan prasarana untuk kebutuhan RSU Kota Tangsel. “Kami, RSU Kota Tangsel mengucapkan selamat Hari Jadi Kota Tangsel ke-13. Mudah-mudahan kita selalu diberi kesehatan dan keberkahan dalam menyukseskan program Pemerintah Kota Tangsel,” pungkas dr. Umi Kulsum.
Sementara, dr. Suhara Manullang, M.Kes mengungkapkan, Kota Tangsel dalam sebulan membutuhkan membutuhkan darah 400 sampai 500 kantong.
“Jadi perhari bisa sampai 20 kantong dengan sekarang diadakannya donor darah ini bisa mencukupi dan target 200 dengan secara rutin kita adakan. Sekarang untuk PMI Kota Tangsel sendiri perharinya mencapai 60 sampai 70 kantong dibutuhkan, jadi sebulan itu di atas 2000-an harus mencukupi kebutuhan darah di Kota Tangsel,” ungkapnya.
dr. Suhara menerangkan, PMI Kota Tangsel bekerjasama dengan hampir 60 rumah sakit, tidak hanya di Kota Tangsel saja, tapi ada beberapa di luar Kota Tangsel.
“Bersyukurnya pandemi ini membuat masyarakat khawatir. Ada 2 alasannya. Yang pertama memang peraturan yang menurut masyarakat tidak boleh dengan adanya PSBB sebetulnya darah ini kelompok kritikel bukan esensial lagi. Nah dari awal pasti masyarakat tidak paham itu bahkan ada beberapa perangkat yang takut dengan kerumunan,” paparnya.
Sedangkan, yang kedua, lanjut dr. Suhara, masyarakat khawatir melalui darah ditularkannya Covid-19, padahal tidak dan Covid-19 menular tidak melalui, tapi melalui droplet. “Ini terus kami sosialisasikan dengan prasarana yang ada,” jelasnya.(adv)















Komentar