oleh

Minyak Goreng Boleh Dipakai Untuk Menggoreng Lagi Sampai Berapa Kali?

BINTARO – Minyak goreng selain harga nya mahal juga susah diperolehnya. Minyak goreng hingga kini merupakan kebutuhan pokok yang langka. Cara berhemat bisa dengan memakai ulang minyak goreng. Berapa kali batas amannya?

Di rumah tangga Indonesia, minyak goreng merupakan kebutuhan utama. Karena banyak digunakan untuk memasak, mulai membuat tumisan, gorengan seperti bakwan, tempe goreng, atau bahkan ayam dan ikan goreng.

Biasanya minyak bekas menggoreng ini tidak langsung dibuang dan bisa digunakan untuk memasak makanan berikutnya. Tapi, apakah penggunaan minyak goreng berulang ini aman untuk kesehatan?

Dokter Gizi dari Rumah Sakit Borromeus Bandung, Johanes Chandrawinata mengatakan penggunaan minyak goreng berulang memang berisiko pada kesehatan.

Johanes menyebut tidak ada aturan baku berapa kali minyak sebaiknya digunakan untuk memasak. Jika ada yang menyebut dua atau tiga kali belum tentu bisa diikuti karena setiap orang berbeda dalam menggunakan minyak.

Sebaliknya, ciri visual atau tampilan minyak goreng yang bisa diterapkan sebagai batas maksimal pemakaian berulang minyak goreng adalah dari warnanya.

Jika warna nya sudah berubah sebaik nya harus sudah dibuang. (Ist)

Jika minyak sudah terlihat berubah warna menjadi agak kecoklatan hingga menghitam, maka ini ciri minyak goreng yang harus diganti atau dibuang.

“Jika ada yang menyebut dua atau tiga kali belum tentu bisa diikuti karena setiap orang berbeda dalam menggunakan minyak,” kata Johanes saat dihubungi wartawan, Jumat (18/3).

“Sebaliknya kalau sudah dipakai dua tiga kali tapi warnanya masih bening, tidak apa-apa digunakan lagi, digunakan berulang, karena kualitas minyak itu terlihat dari warnanya ya, kalau bening dia bagus,” ungkapnya.

Perubahan warna minyak goreng ini berarti ada zat oksidan yang cukup berbahaya. Selain itu minyak goreng yang berulang kali digunakan juga bisa membentuk polisiklik hidroksi karbon yang berisiko menyebabkan jenis kanker tertentu, misalnya kanker usus besar. (NET/AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya