CIPUTAT-Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah turun dari level 4 ke level 3. Sudah ada sejumlah pelonggaran di beberapa sektor. Namun untuk urusan pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) belum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM).
Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, mengenai pendidikan terkait kapan mulai dilangsungkan PTM pasti menjadi pertanyaan dari masyarakat. Benyamin memastikan Pemkot akan membahas lebih detail lagi terkait hal itu.
“Jadi walaupun di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 ini sekolah dapat dilakukan pembelajaran tatap muka dengan sangat terbatas. Tetapi kondisinya di Tangsel berbeda. Kenapa demikian? Karena vaksinasi kami baru mencapai 45 persen,” ujar Benyamin.
Sejak berlaku surat edaran bersama dan surat keputusan bersama empat menteri tanggal 30 Maret 2021 sudah melalui Dapodik. Setiap sekolah negeri dan swasta di Tangerang Selatan mengisi Dapodik secara online.
Dari 833 TK-PAUD, 117 sudah siap dan 173 belum siap. Sisanya belum melaporkan. Sedangkan SD negeri dan swasta dari 318, sebanyak 81 sudah siap PTM.
“81 SD sudah siap, sedangkan 189 masih belum siap. Jadi ini diverifikasi, mereka mengisi Dapodik ini kemudian dicari verifikasi kesiapannya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan beberapa unit kerja yang lain. Untuk SMP dari 130 SMP negeri dan SMP swasta, 53 sudah siap pembelajaran tatap muka dan 70 masih belum siap, selebihnya belum lapor ke Dapodik, ” tambah ia.
Lanjut Benyamin, jadi dibagi 50 persen online dan 50 persen offline. Namun demikian ruang kelas akan dibersihkan terlebih dahulu supaya tetap aman. Termasuk yang menjadi pertimbangan adalah usia SD memang belum boleh divaksin. Yang boleh usia 12 tahun ke atas. Ini yang menjadi pertimbangan bagi Pemkot Tangsel. “Nanti akan kami infokan lagi,” tutup walikota.(din)
















Komentar