oleh

Tak Pedulikan 4 Skema Perbaikan Jl Ir Juanda, Warga: Yang Jelas Sudah Waktunya Diperbaiki

TANGERANG – Permasalahan perbaikan jalan Ir Juanda, Kecamatan Batu Ceper, Tangerang Kota masih dalam proses realisasi. Pasalnya sejauh ini, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah mengeluarkan empat skema perbaikan Jl. Ir. Juanda.

Meskipun demikian, warga tidak pedulikan perihal skema-skema yang dibuat. Sebab, bagi mereka sudah waktunya saat ini jalan tersebut diperbaiki bagaimapun mekanismenya.

“Mekanismenya seperti apa, kita engga mau tahu, yang jelas ini sudah waktunya diperbaiki,” tutur Hardiansyah (36), warga setempat, Senin, (25/4/2022).

Sehingga, warga kian terus mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk segera memperbaiki jalan Ir Juanda yang membahayakan pengguna jalan.

Sebelumnya diketahui, warga menyampaikan protes perbaikan dua jalan yaitu Garuda dan Ir Juanda. Namun, yang menjadi masalah panjang ialah jalan Ir Juanda yang setengah lahannya masih dimiliki oleh Angkasa Pura (AP) II, sehingga Pemkot dalam hal ini tidak bisa langsung memperbaiki sebab terikat oleh aturan-aturan AP II.

Oleh sebab itu, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Kota. Pemkot mengajukan Legal Opinion yang menjadi jalan tengah pemutusan masalah lahan tersebut.

Adapun demikian, pihak Kejari mengeluarkan setidaknya empat skema perbaikan Jl Ir Juanda, di antaranya yaitu:

Pertama, pembelian asset AP II yaitu Jl Ir Juanda oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. Sehingga, Pemkot dapat dengan mudah memiliki wewenang memperbaiki jalan tersebut.

Kedua, perbaikan jalan yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang dengan sistem hibah. Dalam hal ini, pemkot harus mengubah keterangan anggaran di APBD dari belanja modal maupun pemeliharaan menjadi hibah. Sebab, hasil perbaikan tersebut nantinya akan dihibahkan kepada AP II sebagai pemilik asset.

Ketiga, AP II menghibahkan asset jalan Ir Juanda kepada Pemkot Tangerang. Namun dalam hal ini tentu setelah melakukan proses persetujuan dari Kementerian BUMN.

Serta keempat yaitu perbaikan menggunakan dana CSR dari pihak Angkasa Pura (AP) II.

Meski demikian, warga tidak mau tahu skema apa yang nantinya akan digunakan. Akan tetapi bagi mereka yang terpenting yaitu jalan rusak tersebut segera diperbaiki sebab telah banyak memakan banyak korban.

“Yang jelas ini tanggung jawab, kita ada masukan sendiri yang pasti tetap akan kita kawal,” pungkasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya