SERPONG – Menyandang status hotel bintang 4, tak membuat Tuscany Boutique Hotel berpuas diri. Hotel yang terletak di Kawasan Intermark Internasional, BSD, Tangerang Selatan itu terus meningkatkan kualitas dan menambah jumlah kamarnya.
Hal tersebut dikatakan General Manager Tuscany Boutique Hotel, Braddy Attaka Tamba saat berbincang dengan Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) Senin (23/5). Ikut menemani Public Relation Tuscany Boutique Hotel Rivo Derry Kumara. Keduanya berpakaian rapi dibalut jas berwarna hitam.
Rakyat Merdeka tiba di Tuscany Boutique Hotel sekitar pukul 12.50 WIB. Kedatangan Rakyat Merdeka disambut langsung Braddy dan Rivo.
Rakyat Merdeka pun diajak melihat lobi hotel. Setelah puas melihat-lihat lobi, Rakyat Merdeka di ajak ke spot spesial dari hotel ini, yaitu ruangan outdoor, persis di sebelah kolam renang hotel. Di tempat ini berbaris deretan meja kayu.

Kepada Rakyat Merdeka Braddy bercerita hotelnya telah mendapatkan lisensi bintang 4 baru sebulan yang lalu.
“Kita mengajukan persyaratan untuk mendapat lisensi bintang 4 itu November 2021. Kemudian tim lisensi datang untuk verifikasi, dan April 2022 baru disetujui,” kata Braddy, membuka obrolan.
Penilaian tersebut terdiri dari fasilitas, jumlah kamar, pelayanan, hingga penerapan protokol kesehatan di era Covid-19.
“Semuanya diperhatikan apalagi pas Covid-19 ini ada penambahan Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE),” ungkapnya.
Selain itu, dia mengaku, pihaknya akan menambah jumlah kamar. dari yang sebelumnya 66 menjadi 100 kamar.
“Kami itu kan operasi itu tahun 2021 kemudian kamar itu kami buka bertahap. Sekarang masih 66 dan masih terus bertambah karena target tahun ini adalah 100,” tambahnya.

Penambahan jumlah kamar seiring membaiknya kasus positif di Indonesia. Terlebih dalam beberapa hari terakhir ini, Braddy mengaku hampir seluruh kamar terisi. Berbagai instansi pun mulai mengkonversikan hotel sebagai lokasi menginap usai membuat acara di area Intermark Indonesia.
“Jumlah pengunjung semakin meningkat apalagi setelah adanya pengenduran prokes. Jadi udah semakin normal. Alhasil ada cuannya,” imbuh dia.
Menurut Braddy, jika hari biasa hotel banyak diisi karyawan perusahaan, korporasi, dan pemerintahan. Sementara jika wekend biasanya dari sekitar sini.
Lalu berapa tarifnya? Menurutnya, harganya standar.
“Mulai Rp 500 ribu. Tertinggi Rp 1,5 juta,” ujarnya. (AY)
Artikel telah tayanh di rm.id
















Komentar