oleh

Sirkuit Formula E Ancol Dalam Proses Finalisasi

JAKARTA – Setelah sukses menggelar MotoGP Mandalika , sekarang semua mata tertuju ke gelaran balapan Formula E yang digagas Pemprov DKI Jakarta. Sejauh mana persiapan dan kondisi lintasan yang akan dipake Juni nanti? 

Seperti MotoGP, gelaran Formula E juga tak lepas dari kontroversi. Mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, sampai proses pembangunan sirkuit. Soal pembangunan sirkuit misalnya, sampai sekarang masih ada yang meragukan pengerjaannya bisa rampung sebelum tenggat waktu.

Keraguan itu bisa dimaklumi. Bayangkan saja, balapan akan digelar 4 Juni nanti. Namun, sebulan sebelum balapan dimulai, sirkuit harus sudah rampung untuk dilakukan uji coba. Artinya, pembangunan sirkuit yang dimulai pada pertengahan Februari itu, harus sudah selesai, awal Mei nanti.

Bisakah sirkuit bertaraf internasional itu, kelar hanya dalam waktu tiga bulan? Sekadar gambaran saja, sirkuit Mandalika yang memiliki lintasan sepanjang 4,3 kilometer butuh waktu pengerjaan 14 bulan.

Keraguan itu antara lain pernah diungkapkan mantan Ketum PSI Giring Ganesha saat menyambangi lokasi calon pembangunan sirkuit awal Januari lalu.

Saat itu, lokasi masih tampak semrawut. Lahan tampak tak terurus, ilalang terlihat di sana-sini. Sampah berserakan, kubangan lumpur muncul di beberapa bagian.

Namun, kini kondisinya sudah jauh berbeda. Sirkuit yang akan dipake balapan Formula E itu berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Di kawasan inilah sirkuit berbentuk kuda lumping dengan panjang lintasan 2,4 km itu akan dibangun.

Sirkuit ini rencananya akan memiliki trek lurus sepanjang 600 meter, dengan 18 tikungan. Tiap trek line punya lebar 12 meter, dengan arah lintasan searah jarum jam.

Seluruh kawasan sirkuit itu ditutupi seng. Mulai dari Bundaran Bende hingga di depan Mall ABC. Tak sembarang orang bisa masuk kawasan.

Petugas sekuriti yang berjaga, tak memberikan izin saat kami ingin melihat pengerjaan proyek. Jangankan masuk, mengambil gambar saja tak boleh. Diintip dari celah seng yang bolong, terlihat alat berat hilir mudik.

Petugas menyarankan untuk memantau media sosial jika ingin mengetahui perkembangan pembangunan. Kata dia, ada akun yang terus meng-update pembangunan.

Meski tak bisa masuk, kesibukan di dalam area proyek terasa hingga keluar. Sejumlah truk membawa batu dan pasir terlihat keluar masuk area. Sesekali mobil tanki yang mengangkut air masuk ke area proyek. Suara kesibukan khas proyek terdengar sampai luar pagar.

Di media sosial, sejumlah akun memang rajin meng-update perkembangan pembangunan sirkuit. Salah satunya akun YouTube WPS Channel. Pukul 9 tadi malam, akun ini mengunggah video terbaru.

Dari video berdurasi 12 menit itu, terlihat seluruh area terpantau karena video diambil menggunakan drone.Secara umum, sirkuit sudah cukup rapi.

Seluruh permukaan trek telah tertutup aspal tahap pertama yang tebalnya 7 centimeter. Kini, pekerja sedang bersiap untuk pengaspalan tahap kedua atau AC-WC, aspal setebal 5 centimeter.

Narator dalam video itu menjelaskan, belum tahu kapan pengaspalan akan dilaksankan. Namun, sejumlah alat berat untuk pengaspalan sudah berjejer di trek. Pengaspalan tahap kedua ini agar trek lebih halus menutup sambungan.

Nah, zona 5 sepanjang 1 kilometer juga sudah diaspal. Ini kabar cukup menggembirakan. Pasalnya, zona 5 adalah area bekas pembuangan lumpur sehingga sulit dalam pembangunan.

Untuk membangun area ini, pihak kontraktor PT Jaya Konstruksi menggunakan metode pemanfaatan cerucuk. Atau memanfaatkan bambu atau kayu laut untuk proses pemadatan tanah.

Di area bagian “kepala kuda” juga terlihat tumpukan material gravel atau bebatuan kecil yang kemungkinan akan dihamparkan di area run off.

Di sisi kanan kiri trek juga sudah terpasang drainase. Sebagian sudah tertutup rapi, ada juga yang masih terbuka. Bersamaan pengerjaan drainase, pekerja juga tampak, melakukan penanaman rumput di bahu jalan. Beberapa bagian bahu jalan juga sudah ditutupi rumput, sebagian lagi masih berupa tanah merah.

Di sisi lain, tepatnya di samping Mall ABC, precast atau beton pracetak berjejer rapi. Beberapa sudah ada yang dicat warna biru, warna khas Formula E. Beton ini nantinya akan digunakan untuk MCB, atau pembatas trek line.

Area paddock juga sudah dicor. Semua lantai sudah tercor beton. Paddock adalah area paling steril di sebuah balapan. Hanya pembalap dan kru yang bisa masuk area ini. Di beberapa titik memang terlihat masih ada penambalan aspal.

“Kita doakan saja, semoga pembangunan berjalan lancar. Sehingga gelaran bisa sesuai jadwal,” ucap sang narator, saat menutup video.

Sampai berita ini ditulis tadi malam, video tersebut sudah dikomentar 228 pengguna. Akun @djumilah_zain berharap tak ada lagi polemik.

“Persatuan menambah kekuatan, perpecahan membawa kesengsaraan,” tulisnya.

Akun @Simpulbardiono mengaku bangga dengan gelaran Formula E. Kata dia, Indonesia bisa jadi pusat sport otomotif dunia.

Setelah MotoGP, kini Formula E. Mudah-mudahan nanti F1 ikutan ada.

“Makin keren Indonesia. Semoga lancar jaya,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria optimis pengerjaan sirkuit akan rampung sebelum tenggat waktu. Dia bilang, pembangunan sirkuit kini sudah mencapai 80 persen.

“Tahapan pembangunan selanjutnya adalah penanaman rumput di sepanjang jalur sirkuit,” kata Riza, kemarin.

Untuk mengejar target itu, Riza mengatakan, kontraktor telah mengerahkan lebih dari 400 pekerja dan ratusan alat berar.

Mereka dibagi dalam tiga shift, kerja siang dan malam 24 jam nonstop. Dalam waktu dekat ini, lanjut dia, panitia akan menjual tiket untuk masyarakat umum. (AY)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya