BINTARO-Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro dinilai memenuhi syarat untuk menjadi salah satu rumah sakit penyedia layanan Vaksinasi Gotong Royong. Itu setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel meninjau langsung kesiapan dan fasilitas di RS Premier Bintaro pada Jumat (18/6).
Tim dari Dinkes Kota Tangsel melakukan pemeriksaan di berbagai lokasi seperti tempat penyimpanan vaksin di farmasi, untuk memastikan apakah kulkas memenuhi standar atau tidak. Kemudian juga melakukan tinjauan ke lokasi vaksinasi termasuk lokasi pendaftaran, skrinning dan tempat observasi.
Selain itu yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan alat-alat yang wajib ada seperti trolley emergency dimana yang akan digunakan apabila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Persyaratan lain yang harus ada yaitu harus memiliki IGD dan ruang ICU.
CEO RS Premier Bintaro, dr. Martha M.L. Siahaan, MARS MHKes menerangkan, RS Premier Bintaro mempunyai semangat yang besar untuk ikut serta secara aktif dalam percepatan pemberian Vaksin Covid-19 dengan harapan Indonesia segera keluar dari pandemi ini.
“Dengan filosofi yang dimiliki oleh Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia, induk perusahan RS Premier Bintaro yaitu People Caring For People, seluruh tim di RS Premier Bintaro siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk Vaksin Gotong Royong ini,” terangnya.
RS Premier Bintaro merupakan bagian dari Ramsay Sime Darby Health Care Group, grup rumah sakit swasta yang memiliki beberapa rumah sakit dan fasilitas di Malaysia, Hongkong dan Indonesia. RS Premier Bintaro memiliki layanan unggulan/Center of Excellence (COE), yaitu Spine Center, Sport Clinic, dan Vascular Center.
RS Premier Bintaro adalah rumah sakit pertama di Indonesia yang terakreditasi menggunakan standar Joint Commission International (JCI) edisi ke empat. JCI adalah organisasi akreditasi internasional, bagian dari Akreditasi Komisi Gabungan Organisasi Perawatan Kesehatan (JCAHO-USA).
Menurut Tim dari Dinkes Kota Tangsel, dr. Agatha, apabila rumah sakit atau fasilitas kesehatan sudah menjalani Vaksinasi Gotong Royong, maka sudah tidak dapat melayani Vaksinasi Program Pemerintah.
Alur pendaftaran Vaksinasi Gotong Royong ini yaitu perusahaan mengirimkan proposal kepada KADIN dengan memilih rumah sakit yang dimaksud sebagai penyelenggara Vaksinasi Gotong Royong. Kemudian KADIN meneruskan proposal tersebut kepada Bio Farma sebagai penyedia vaksin, lalu Bio Farma menyampaikan ke Dinkes. Pihak Dinkes menunjuk rumah sakit yang dimaksud untuk menjadi penyelenggara Vaksinasi Gotong Royong bagi perusahaan tersebut.(rls)












Komentar