MAGELANG – Di tengah hubungannya yang lagi kurang harmonis dengan PDIP, Ganjar Pranowo malah dapat ‘karpet merah’ dari relawan Pro Jokowi (Projo). Gubernur Jawa Tengah itu banyak dielu-elukan saat hadir dalam rakernas yang digelar Projo.
Bahkan, Presiden Jokowi yang hadir di acara yang sama, sempat memberi sinyal soal siapa capres yang bakal diusung.
“Mungkin yang akan kita dukung nanti, ada di sini…” kata Jokowi. Omongan Jokowi itu, bisa bikin Ganjar ge-er alias gede rasa nih.
Rakernas V Projo di gelar di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, kemarin. Lokasi balai ini hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Candi Borobudur. Jokowi yang didampingi Ibu Riana, tiba di lokasi Rakernas sekitar pukul 11 siang. Bersama rombongan Jokowi, ada Ganjar yang berdiri di barisan belakang.
Kehadiran orang nomor satu di RI ini, membuat isi aula heboh. Ratusan relawan yang hadir sontak meneriakkan Jokowi. Sebagian lagi berebut salaman dan meminta foto bareng.
Dengan ramah, Jokowi memenuhi permintaan foto tersebut. Mantan Walikota Solo itu, tampil trendi dengan jaket warna merah dan bawahan hitam. Rambutnya tersisir rapi.
Di acara ini, sejumlah tokoh lain juga hadir. Misalnya, Di antaranya, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, dan politisi senior PDIP yang juga anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto.
Rakernas ini digelar untuk menentukan arah Projo menghadapi tahun politik di 2024. Lalu ke mana arah politik Projo berlabuh di Pilpres nanti? Dalam sambutannya, Jokowi meminta para relawan bersabar. Katanya, para relawan tak usah buru-buru menentukan sikap untuk 2024.
Saat ini, lanjut Kepala Negara, hal yang harus dilakukan adalah fokus bekerja menyelesaikan persoalan-persoalan ekonomi. Mulai dari minyak goreng dan melonjaknya harga minyak bumi dunia. Persoalan politik diurus belakangan setelah persoalan tadi sudah selesai.
“Ojo kesusu sik (jangan buru-buru dulu),” kata Jokowi, dalam bahasa Jawa.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta relawan jangan tergesa-gesa. Meskipun, kemungkinan sosok yang tengah didukung, turut hadir di tengah-tengah Rakernas.
“Jangan tergesa-gesa. Jangan tergesa-gesa. Meskipun, mungkin yang kita dukung ada di sini,” katanya.
Para relawan yang hadir sontak meneriakkan nama Ganjar. “Ganjar.. Ganjar,” pekiknya. “2024,” timpal yang lain. Mendengar tanggapan hadirin, Ganjar yang duduk di kursi paling depan, hanya tersenyum lebar.
Jokowi yang sedang memberikan sambutan juga ikutan tersenyum dengan keriuhan peserta Rakernas meneriakkan nama Ganjar.
“Sudah dibilang jangan tergesa-gesa. Ojo kesusu. Ini mau tergesa-gesa kelihatannya,” Jokowi merespon.Jokowi berjanji, bila tiba waktunya, akan mendengarkan aspirasi dari bawah.
“Saya akan dengar dari bapak ibu semuanya. Saya akan ajak bicara. Sekali lagi, jangan tergesa-gesa. Karena dinamika politik sekarang ini juga masih belum jelas. Bener enggak? Partai apa, mencalonkan apa, belum jelas,” ungkapnya.
Menurut Jokowi, saat ini lebih baik menunggu sikap parpol. Jangan sampai salah dan keliru menetapkan arah politik.
“Setuju kita sabar? Setuju kita tidak tergesa-gesa dulu?” tanya Jokowi. “Setuju,” hadirin kompak menjawab
Berbeda dengan Jokowi yang hanya kasih kode, Ketua Projo, Budi Arie Setiadi dengan jelas “mencolek” Ganjar dalam sambutannya.
“Yang kami banggakan dan kami cintai, Gubernur Jawa Tengah, Pak Ganjar Pranowo beserta ibu,” kata Budi. Peserta pun langsung meneriakkan yel-yel. “Hidup Ganjar,” ujarnya.
Budi mengatakan, pihaknya mengundang Ganjar dalam kapasitas sebagai Gubernur Jawa Tengah.
“Pak Ganjar kan Gubernur Jawa Tengah. Bupati saja diundang. Masak yang punya wilayah nggak diundang,” tegasnya.
Soal pesan Jokowi agar ojo kesusu, Budi berjanji siap menaatinya. Yang pasti, kata dia, capres yang nanti akan diusung Projo adalah yang berpihak pada rakyat.
“Jadi Pak Presiden sudah menyatakan ojo kesusu, nanti pasti ada waktunya,” kata Budi.
Melihat gerak-gerik Jokowi, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengakui, Jokowi masih punya pengaruh besar dalam Pilpres 2024. Kandidat yang mendapat restu dan didukung Jokowi, punya peluang memenangkan pertarungan.
“Jadi, wajar saja, kalau omongan Jokowi ini bisa membuat Ganjar ke-geer-an. Meskipun belum tentu juga Jokowi mendukung Ganjar,” kata Hensat-sapaannya, saat dihubungi Rakyat Merdeka (Tangsel Pos Group) kemarin.
Pendiri lembaga KedaiKOPI ini lantas menganalisa omongan Jokowi di Rakernas Projo yang dianggap kasih angin segara pada Ganjar. Pertama, adanya gerakan relawan Jokowi yang aktif bersuara mendukung Ganjar padahal partai asal Jokowi, PDIP belum menentukan capres.
“Jadi beliau minta relawan bersabar agar beliau tidak terjebak situasi yang tidak mengenakkan, terjebak di tengah antara relawan dan partai,” paparnya.
Kedua, Jokowi memahami situasi politik sangat dinamis yang memungkinkan relawan Jokowi untuk mempertimbangkan memberikan dukungan bagi siapapun capresnya termasuk Prabowo, Puan Maharani maupun Anies Baswedan. (AY)
Artikel telah tayang di rm.id














Komentar