TANGERANG – Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, masyarakat gencar bersiap-siap untuk melakukan mudik ke kampung halaman.
Hal tersebut membuat sejumlah aparat melakukan persiapan untuk memantau kondisi dan penjagaan selama proses mudik berlangsung agar tetap aman dan kondusif.
Dalam keterangannya, Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah turut memfasilitasi sebanyak 1.200 kuota untuk masyarakat dapat mudik gratis. Adapun hal itu, kata Arief merupakan salah satu program yang diinisiasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Ada mudik gratis, ada kurang lebih 1.200 masyarakat yang bisa kita fasilitasi melalui program mudik gratis, program ini dari Kemenhub,” tutur Arief dalam keterangannya, Kamis, (21/4/2022).
Sejalan dengan hal itu, Polres Metro Tangerang Kota turut membentuk pos-pos penjagaan yang nantinya akan turut mengawasi kemanan dan kelancaran selama mudik lebaran berlangsung.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Komarudin menyampaikan bahwa nantinya Wilayah Hukum Tangerang Kota akan menjadi perlintasan para pemudik baik dari Sumatera menuju Jawa maupun sebaliknya. Untuk itu, pihaknya terus melakukan penjagaan.
“Wilayah hukum Tangerang Kota merupakan daerah perlintasan para pemudik baik dari Sumatera menuju Jawa ataupun sebaliknya,” ujar Komarudin.
Persiapan pos penjagaan menghadapi arus mudik 2022 yaitu dengan menyediakan pos-pos di 3 lokasi. Di antaranya yaitu jalan Daan Mogot Batuceper, wilayah Jatiuwung jalan Jendral Gatot Subroto di Tanah Tunggal, dan Rest Area Tol Jakarta-Merak di Pinang.
Pos penjagaan tersebut akan disediakan sebanyak 9 pos dan dibedakan menjadi dua jenis pos, yaitu pos pelayanan dan pos pantau.
Di antara 9 pos penjagaan tersebut terdiri dari 4 pos pengamanan, 4 pos pelayanan dan 1 pos terpadu.
“Di Kota Tangerang akan digelar sebanyak 4 pos pengamanan, 4 pos pelayanan dan 1 pos terpadu dengan berbagai kualifikasi,” lanjutnya.
Pos-pos penjagaan tersebut dipersiapkan sebab, menurut Wali Kota Tangerang memperkirakan sebanyak 20 persen warga Kota Tangerang yang akan pergi mudik. Hal itu disebabkan setelah 2 tahun masyarakat terhalang mudik sebab pandemi covid-19.
“Kami perkirakan 20 persen mungkin lebih masyarakat Kota Tangerang mudik, karena 2 tahun masyarakat tidak mudik,” pungkasnya. (SH)














Komentar