PAMULANG-Selama bulan puasa, Jalan Siliwangi Pamulang dipenuhi pedagang. Rata-rata para pedagang membawa mobil untuk memasarkan barang dagangannya. Aparat pemerintah setempat pun menertibkan.
Camat Pamulang Mukroni bersama jajaranya melakukan imbuan kepada para pedagang yang berada di pinggir Jalan Siliwangi, terutama dekat Situ Tujuh Muara yang terkadang marak dan dilakukan secara pararel. Mulai dari jualan makanan, hingga bermacam-macam barang kebutuhan lainnya.
“Kegiatan di bulan Ramadan, kami memaksimalkan monitoring wilayah terutama penerapan PPKM di Kecamatan Pamulang dan penataan lingkungan yang banyak pedagang kaki lima berjualan di bahu Jalan. Kami menertibkan sepanjang Jalan Siliwangi serta parkir-parkir liar,” ujarnya.
Kebedaraan ruko-ruko di sepanjang Jalan Siliwangi juga menyebabkan parkir liar. Para pengendara seenaknya memarkir kendaraan di pinggir jalan. Padahal hal itu sangat menganggu pengguna jalan lain sehingga wajib ditertibkan. Sebab jika dibiarkan, nantinya terkesan membuka parkir di bahu jalan dibolehkan oleh pemerintah.
“Maka dari itu, kita tidak ada toleransi, karena melanggar ketertiban umum dan kami laksanakan setiap hari. Setiap pagi, bersama Trantib dan kami kerahkan seluruhnya untuk berjaga dengan harapan kami, bisa tertata lagi kawasan Pamulang ya Jalan Siliwangi sebagai potret Pamulang tetap dijaga sehingga jangan sampai menjadi kurang baik,” tambah Mukroni.
Dalam penertiban parkir liar, aparat kecamatan telah bekerjasama dengan jajaran kepolisian. Diharapkan juga kesadarannya agar tidak melakukan parkir di bahu jalan baik masyarakat serta orang-orang yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan semata. Disarankan masyarakat untuk parkir yang telah disediakan oleh pengelola mall.
“Itu parkir ilegal, karena sudah disediakan parkir di mall-mall dan kami sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Parkir itu kepentingan segelintir orang sehingga kami tidak mentoleransi dan siap menertibkan,” tegas Mukroni.
Kasi Trantib Kecamatan Pamulang, Saptono menjelaskan, dalam penertiban motor-motor yang terparkir di bahu jalan dipindahkan ke atas pedistrian yang jauh lebih aman. Karena memang bahu jalan tidak dibolehkan untuk lahan parkir dengan jumlah motor puluhan dan berderet.
“Kami bersama anggota memindahkan motor-motor yang diparkir dinaikan ke atas agar jangan di pinggir jalan. Ini menganggu ketertiban umum. Kami patroli setiap hari tanpa henti supaya konsisinya tetap rapih dan bersih,” tegas Saptono. (din)
















Komentar