PAMULANG-Rombongan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel ziarah ke makam Raden Aria Wangsakara, pendiri Tangerang yang baru saja ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Raden Aria Wangsakara telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021 sebagai pahlawan nasional.
Hal itu sesuai Ketetapan gelar pahlawan nasional melalui keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 109 dan 110 TK Tahun 2021 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa.
Makamnya berlokasi di Taman Makam Pahlawan Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Raden Aria Wangsakara lahir pada 1024 H/1615 M.
Aria Wangsakara seorang blasteran Sumedang, Banten, Demak, Madura dan Arab bersama saudara misannya, Raden Suriadewangsa II dan Raden Aria Santika, hijrah ke Tangerang pada 1038 H/1629 M Tokoh Tigaraksa periode 1 1632-1654 H ini mendampingi paman mereka selaku Dipati Ukur ketika menyerang VOC Belanda di Batavia.
Ketua Umum MUI Kota Tangsel, KH Saidih bersama rombongan menggelar doa bersama, pembacaan tahlil, yasin dan sholawat.
Ulama kharismatik di Kota Tangsel ini menyampaikan, MUI secara rutin melakukan ziarah ke makam para alim ulama, termasuk agenda saat ini ke ulama yang telah berjasa mendirikan wilayah Tangerang dan telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
“Dengan ziarah ini mengingatkan bahwa dalam kehidupan akan kembali pada kematian. Apa yang dapat dipetik dari ibrah (pelajaran-red) ini, bahwa semasa hidupnya Raden Aria Wangsakara berperan aktif di tengah masyarakat, menyebarkan ajaran Islam, mengajak kepada kebaikan dan berjuang melawan penjajah, dan hingga kini masyarakat terus berdatangan untuk mengirimkan doa,” ujarnya.
Ziarah berlangsung pada Jumat (12/11). Ziarah kubur juga bagian dari mengikuti sejarah Nabi Muhammad SAW. Mendoakan kepada ahli kubur agar ditempatkan pada sisi Allah SWT yang terbaik. Ziarah kubur juga dapat mengingatkan kepada para peziarah akan tentang akhirat. Mengirimkan doa yang terbaik, bukan malah meminta sesuatu kepada orang yang telah meninggal.(din)
















Komentar