oleh

FIFGROUP Webinar Menembus Batas Menuju Disabilitas Mandiri

JAKARTA-Dukungan serta kontribusi sosial kepada para penyandang disabilitas diberikan  PT Federal International Finance (FIFGROUP) yang merupakan salah satu anak perusahaan PT Astra International Tbk, dengan mengadakan webinar bertajuk Menembus Batas, Menuju Disabilitas yang Mandiri pada Selasa (15/6).

Program webinar yang dilakukan oleh FIFGROUP berkolaborasi dengan Environment & Social Responsibility (ESR) PT Astra International Tbk dan Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) ini bertujuan untuk pengembangan masyarakat penyandang disabilitas yang cerdas dan mandiri dalam meraih kemandirian dengan cara berwirausaha.

Kegiatan webinar dibuka dengan opening speech oleh Yulian Warman selaku Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibility (CSR) FIFGROUP. Yulian memberikan tips-tips dan semangat pantang menyerah terlebih di situasi yang sulit saat ini kepada para peserta webinar.

“Jadikanlah kekurangan kita menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dengan memaksimalkan kekuatan penggunaan internet dan terus belajar, baik dari berbagai sumber,” tutur Yulian.

Chief Of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Riza Deliansyah hadir untuk memberikan suntikan semangat kepada seluruh peserta webinar agar selalu semangat dalam mewujudkan mimpi menjadi entrepreneur yang mandiri serta motivasi agar tetap optimis dalam menjalani hidup di tengah keterbatasan.

“Astra senantiasa berkomitmen untuk dapat memberikan manfaat dan membantu mengembangkan Indonesia melalui program kontribusi sosial berkelanjutan. Salah satu upaya  yang dilakukan Astra adalah  dengan  memberdayakan kelompok penyandang disabilitas melalui Program Astra Disability Connection Program (ADCP),” tutur Riza.

Tambah Riza,  hingga saat ini, Grup Astra telah membina lebih dari 861 penyandang disabilitas dan telah memberikan kesempatan magang dan bekerja kepada 216 orang penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dijalankan dengan melibatkan berbagai pihak, meliputi Panti Sosial, Komunitas Astra Start Up, Perusahaan Grup Astra dan Lembaga Sosial lainnya. Grup Astra juga mengajak karyawannya untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi  dalam membantu meningkatkan kapasitas penyandang disabilitas  melalui Program Sahabat Disabilitas Astra.

Webinar mendatangkan 2 narasumber muda yang merupakan entrepreneur disabilitas yang sukses menjalankan usahanya di tengah keterbatasan dan masa sulit. Mereka adalah Rahmad Susanto, Business Owner Kopi Kito Rato dan M. Ikhwan Tariqo, Business Owner Disabled Entrepreneur House.

Rahmad mendapat kesempatan pertama menyampaikan materinya. Anak muda yang kehilangan kemampuan gerak tangan kiri mulai dari siku sampai jemarinya akibat kecelakaan lalu lintas ini, memulai dengan semangat “kesetaraan”.

Seluruh karyawan yang bekerja di Kopi Kito Rato adalah disabilitas yang telah diberikan pelatihan untuk dapat menjadi barista yang handal. Sasaran customer Kopi Kito Rato cukup luas yaitu pecinta kopi mulai dari anak muda (milenial), keluarga sampai ke customer disabilitas.

Rahmad dalam materinya menyampaikan tentang cara pengelolaan bisnis kopinya mulai dari menyusun business model canvas, menentukan produk yang dijual, sasaran customer, media penjualan, dan lain-lain. “Kami ingin membawa semangat bahwa kita semua setara, sesuai dengan nama Kopi Kita Rato. Bisnis ini kami terus tingkatkan dengan menggunakan business model canvas yang tentu saja memanfaatkan teknologi seperti penjualan melalui media sosial dan online,” ujar Rahmad.

Pemateri kedua, M. Ikhwan Tariqo, Business Owner Disabled Entrepreneur House, dalam bahasannya menekankan pentingnya aksesibilitas penyandang disabilitas terhadap teknologi, supaya dapat mewujudkan impiannya, salah satunya dengan bisnis digital. “Saya punya rumus, disability plus technology equal ability. Saat ini teknologi sangat membantu disabilitas dalam seluruh kegiatan sehari-harinya. Beberapa contoh pekerjaan baru bagi para penyandang disabilitas yang berbasis teknologi seperti trader, internet marketer, web developer, dan programmer,” jelas Riqo.

Seluruh materi yang disampaikan langsung diterjemahkan juga ke dalam bahasa isyarat dengan bantuan dari jasa Pusat Layanan Juru Bahasa Indonesia (PLJ Indonesia).(rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya