TANGERANG-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar terus melakukan langkah-langkah kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Tak hanya berusaha mencegah penularan terus meluas dengan memperketat PPKM darurat, Bupati Zaki juga berupaya melakukan penanganan dampak Covid-19 terhadap pasien-pasien di rumah sakit.
Untuk itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menggelar rapat koordinasi secara daring dengan seluruh direksi rumah sakit di Kabupaten Tangerang. Bupati Zaki memimpin rapat virtual dari di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun Kota Tangerang, Kamis (15/7/2021).
Dalam rapat Bupati meminta seluruh rumah sakit di Kabupaten Tangerang untuk terus melakukan koordinasi intens sehingga dapat melakukan yang terbaik dalam pelayanan. Bupati Zaki meminta seluruh RS melaporkan kondisi dan mengaktifkan Aplikasi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) serta melakukan updating data di aplikasi tersebut. Rumah sakit dapat meng-update data terkait ketersediaan baik obat-obatan, oksigen, ruang perawatan hingga ICU.
“Saya minta seluruh RS agar segera mengaktifkan SIRS secara online yang terkoneksi dengan Kementerian Kesehatan. Seluruh RS agar segera tergabung dengan SIRS, updatingnya setiap hari jika kekurangan oksigen bisa menghubungi Dinas Kesehatan,” ungkap Zaki kepada seluruh peserta yang mengikuti rapat koordinasi.
Bupati Zaki menyatakan langkah tersebut merupakan upaya serius dalam melakukan penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tangerang. Dia mengakui ada keterbatasan yang dialami semua pihak akibat pandemi.
Namun kata Zaki, seluruh pihak tidak boleh menyerah dengan keadaan untuk terus berjuang melawan pandemi.
Rapat ini digelar juga dalam rangka menindaklanjuti hasil arahan Wakil Presiden dalam Rakor secara daring Rabu (14/07/21). Dalam rapat itu Wapres meminta seluruh kebutuhan terkait penanganan Covid-19, baik kebutuhan peralatan, obat-obatan, maupupun oksigen harus segera didata dan dilaporkan.
Hasil pemaparan laporan dari rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang didapat bahwa ketersediaan obat, pasokan oksigen dan banyaknya nakes yang terpapar Covid-19 adalah sebagian besar kendala yang dihadapi saat ini.
“Setiap rumah sakit kami berikan waktu untuk memberikan usulan ataupun acuan bahkan juga kesiapan dari rumah sakit apabila ada penambahan tempat tidur atau ruang perawatan bagi pasien Covid-19. Hari ini kita bertemu agar seluruh data dan kebutuhan dari rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang, kami bisa ditampung dan diakomodir untuk segera dikirimkan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan juga ke Menteri Kesehatan,” tutur Zaki.
Bupati menambahkan bahwa kecepatan akses informasi secara online yang berisi data kesiapan rumah sakit dalam hal penanganan pasien sangat diperlukan. Saat ini masih sedikit dan belum semua rumah sakit di Kabupaten Tangerang terintegrasi secara online di Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Kemenkes.
Untuk itu, Bupati minta kepada seluruh rumah sakit di wilayah Kabupaten Tangerang, untuk segera mengaktifkan Aplikasi SIRS dalam rangka memonitoring dan update data terkait tempat tidur perawatan pasien maupun ketersediaan obat-obatan termasuk ketersediaan oksigen.
“Sekali lagi, saya mohon kepada seluruh peserta yang tergabung dalam zoom meeting, untuk segera bergabung dalam SIRS online dari Kementerian Kesehatan, karena aplikasi ini bisa memberikan informasi baik kepada kementerian maupun dinas untuk persiapan dari kekurangan-kekurangan, obat-obatan dan ketersediaan oksigen yang dibutuhkan rumah sakit bapak ibu sekalian,”pinta Zaki.
Permintaan Zaki agar RS mengupdate data merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemkab Tangerang. Sebelumnya, Bupati Tangerang, Zaki Iskandar membentuk Satgas Oksigen untuk mengatasi terbatasnya tabung oksigen di Kabupaten Tangerang.
Satgas Oksigen ini merupakan gabungan dari BUMD se-Kabupaten Tangerang, yang terdiri dari Perumdam Tirta Kerta Raharja, Perumdam Pasar Niaga Kerta Raharja, PT LMK Artha Raharja Gemilang (Perseroda), PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) dan PT Mitra Kerta Raharja (Perseroda).
Semua BUMD Kabupaten Tangerang bergotong-royong dan bekerjasama, baik dalam mengatasi kelangkaan tabung maupun oksigennya untuk membantu pasokan oksigen dan tabungnya ke rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya di Kabupaten Tangerang.
“Ini bagian dari kerjasama, gotong royong seluruh BUMD Kabupaten Tangerang dan Pemda Kabupaten Tangerang, untuk membantu ketersediaan oksigen dan tabung oksigen, baik untuk rumah sakit, Puskesmas maupun klinik kesehatan yang membutuhkan,” jelas Bupati Zaki.
Satgas oksigen dalam laporannya saat ini menargetkan sekitar 200 tabung oksigen dengan berbagai ukuran. Realisasi sampai dengan 13 Juli 2021, telah ada 61 tabung oksigen dengan rincian 6 tabung ukuran 1m³ dan 55 tabung ukuran 6m³ dan sebanyak 4 tabung ukuran 6m² telah diserahkan ke RS Qadr. (*/dm)















Komentar