PANDEGLANG – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Pandeglang, tetap melaksanakan kunjungan kerja (kunker) di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Wilayah Jawa-Bali.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tangsel Pos, anggota Banggar melakukan kunker ke DPRD Kabupaten Bogor, Selasa-Kamis (13-15/7/2021) tanpa didampingi staf. Kunker dilakukan karena beralasan jadwal yang sudah dirapatkan dalam Badan Musyawarah (Bamus) disetujui sebelum terbitnya kebijakan PPKM Darurat pada 3 Juli lalu.
“Ada beberapa anggota yang tetap keukeuh untuk melaksanakan kunker ke DPRD Kabupaten Bogor, karena mengikuti jadwal Bamus,” ujar salah satu anggota Banggar, yang namanya minta dirahasiakan, Rabu (14/7/2021).
Ia beralasan, selain menjalankan amanat dari jadwal Bamus, kunker juga dilakukan karena DPRD Kabupaten Bogor bisa menerima kunjungan dari DPRD Pandeglang yang tidak masuk kategori daerah yang melaksanakan PPKM Darurat.
“Memang Senin sore lalu ada penjadwalan ulang Bamus, tapi tidak jadi karena tidak kuorum. Karena jadwal Bamus belum diubah, kita mengikuti jadwal yang lama,” tutupnya.
Melalui sambungan WhatsApp, Wakil Ketua II DPRD Pandeglang, Tb Asep Rafiudin Arief membantah, jika anggota Banggar berangkat ke Kabupaten Bogor untuk melaksanakan kunker. Meski begitu ia mengaku, kemarin dari Banggar sempat menanyakan kunker ke luar Provinsi Banten, tetapi karena situasi tengah seperti ini maka pelaksanaan kunker ditunda.
“Dalam jadwal Bamus (Juli, red) memang masih ada kegiatan kunker di Banggar, namun karena situasinya begini (PPKM Darurat, red) disarankan untuk ditunda. Saya sudah cek ke beberapa anggota Banggar, mereka tidak jadi berangkat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Tingkat Daerah (DPTD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang ini.
Asep menjelaskan, Senin lalu sempat dijadwalkan rapat Bamus untuk mengubah jadwal Bamus Juli 2021. Namun karena anggota Bamus tidak kuorum, akhirnya rapat tidak jadi dilaksanakan. “Senin gak kourum untuk jadwal Bamus, ya kita gak jadi membahas. Karena tidak jadi kuorum, maka jadwal itu mengikuti jadwal yang lama,” tutup Asep.(rie)
















Komentar