oleh

Ganjar Juara Di Survei Capres Mimpikan Lirikan Megawati

JAKARTA – Meski sering menjuarai survei Capres, nasib Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 belum jelas. Gubernur Jawa Tengah itu belum pasti mendapat tiket dari partainya, PDIP. Satu-satunya mimpi Ganjar adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bakal meliriknya.

Belakangan, Ganjar kian sering menjuarai survei elektabilitas Capres. Dia mengalahkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam survei teranyar yang dirilis Indikator Politik Indonesia (IPI) 26 April lalu, elektabilitas Ganjar mencapai 26,7 persen. Unggul 2,8 persen dari Prabowo di urutan 2 dengan torehan 23,9 persen. Lalu Anies di peringkat ketiga dengan 19,4 persen.

Sehari sebelum survei Indikator dirilis, Charta Politika sudah lebih dulu mengumumkan Ganjar sebagai juara. Elektabilitasnya 29,2 persen. Sementara Prabowo 23 persen, Anies 20,2 persen.

Bahkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) sudah merilis kemenangan Ganjar sejak 7 April 2022. Dari temuan survei mereka periode 13-20 Maret 2022, urutan pemenangnya sama dengan IPI dan Charta Politika. Ganjar di ranking pertama mencatatkan elektabilitas 18,1 persen. Unggul tipis dari Prabowo 17,6 persen, lalu posisi ketiga Anies 14,4 persen.

Awal Maret 2022, survei Parameter Politik Indonesia juga telah menobatkan Ganjar sebagai kandidat presiden terfavorit dari 11 tokoh nasional yang selama ini malang melintang di survei capres.

Skornya 7,51. Disusul Anies 7,32, Sandiaga Salahuddin Uno 7,2 persen, Ridwan Kamil 7,14 persen, Erick Thohir 6,88 persen, Prabowo Subianto 6,85 persen, Andika Perkasa 6,69 persen, Muhaimin Iskandar 6,54 persen, Airlangga Hartarto 6,41 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 6,31 persen, dan Puan Maharani 5,8 persen.

Tapi, rentetan catatan mentereng itu belum membuat PDIP bergeming menjatuhkan dukungannya kepada Ganjar untuk maju di Pilpres 2024. PDIP lebih condong mendukung Puan Maharani maju Pilpres.

Bahkan, beberapa elit Banteng juga mulai menyerang Ganjar yang terlalu kegeeran bisa menang Pilpres bermodalkan hasil survei. Hubungan Ganjar dan PDIP pun makin menjauh. Ganjar pun mulai bergerak sendiri keliling daerah.

Kunci siapa yang akan dimajukan PDIP pada Pilpres 2024 ada di tangan Megawati. Namun, sampai saat ini, Megawati belum memutuskan siapa yang akan dimajukan PDIP.Sementara para pendukung Ganjar sangat haqul yakin, Megawati akan memberikan tiket Capres ke Ganjar. 

“Informasi yang kita terima tidak berubah, tetap ke mas Ganjar. Sumber informasinya A1, dari sumber yang terpercaya di PDIP,” ungkap Koordinator Ganjar Pranowo Mania, Immanuel Ebenezer, semalam.

Ia mengingatkan, tradisi politik modern di PDIP sudah pernah ditunjukkan oleh Mega ketika mendukung Jokowi di Pilpres 2014. Sikap demikian diyakini tidak berubah. PDIP akan mendukung sosok yang punya elektabilitas tinggi, meskipun di luar trah Soekarno.

“Itu sudah pernah dibuktikan oleh ibu Mega ketika mencalonkan pak Jokowi,” ingatnya.

Bagaimana prediksi pengamat soal peluang Ganjar didukung PDIP pada Pilpres 2024? Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengaku masih sulit membaca sikap PDIP. 

Menurut dia, sejauh ini, ada 2 nama yang beradu kuat mencuri lirikan Mega. Pertama, Puan Maharani dengan modal pengaruh besar di kalangan elit partai, tapi minus elektabilitas. Kedua, Ganjar yang mengantongi elektabilitas tinggi, tapi minus pengaruh di internal partai.

“Sikap PDIP masih gelap gulita. Karena pada akhirnya semua keputusan ada di tangan Bu Mega,” kata Adi, tadi malam.

“Kalau mau spekulasi, peluangnya fifty-fifty,” sambungnya.

Namun, kata dia, jika bercermin dari pengalaman Pilpres 2014, PDIP diyakini bakal realistis. Mereka akan menghitung kalah menang kader potensialnya di sisa waktu Pilpres, sekitar 2,5 tahun lagi.

“Jika elektabilitas Puan tak kunjung membaik, Ganjar bisa jadi opsi. Dengan catatan, hubungan Ganjar dengan PDIP baik. Jangan merasa lebih besar dari partai,” pesannya.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro menganalisis, dalam kalkulasi politik, Ganjar dan Puan sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.

“Tidak ada yang di atas angin. Semua tergantung Megawati,” tukasnya. (AY)

Artikel ini telah tayang di rm.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya