oleh

Banjir Masih Saja Terjadi, Pengamat: Sudah Saatnya Smart City Pakai Teknologi Atasi Banjir

TANGERANG– Banjir masih sering melanda wilayah Tangerang Kota. Sehingga hal itu masih menjadi PR yang belum rampung oleh pemerintah untuk menanganinya. 

Untuk itu, dalam menangani permasalahan penanganan banjir yang kian berlarut-larut. Seiring dengan slogan Tangerang Kota sebagai Smart City. Pengamat Kebijakan Publik UNIS, Miftahul Adib menyampaikan bahwa sudah saatnya Kota Tangerang selaku Smart City perlu menggunakan teknologi dalam mengatasi banjir.

“Karena sebagai Smart City, bisa tidak simulasi (penanganan banjirnya) dikalkulasikan pakai teknologi, kalau semisal air bah itu satu juta kubik, dibuat (pakai teknologi) penanganannya menjadi dua juta kubik, alirannya kemana saja segala macem, bisa ga bikin itu dulu,” ujar Adib, Jum’at, (13/5/2022).

Dalam penanganan banjir tersebut, Adib juga menyarankan bahwa seharusnya pemerintah kota terlebih dahulu membuat skema, planning atau makete (gambaran dalam bentuk tiga dimensi) untuk menggunakan teknologi dalam penanganan masalah banjir.

“Jadi tahu ketika ada air yang balik, hanyut kemananya dengan mudah dia punya cara untuk mengantisipasi itu,” tutur Adib.

Sebab menurutnya penanganan dengan membentuk skema yang matang soal banjir sangat diperlukan. Sehingga tidak hanya soal prediksi-prediksi saja. Terlebih hal itu juga menjadi janji-janji politik saat kampanye.

Apalagi dalam hal ini pemerintah kota menjadi user. Artinya, pemerintah kota yang lebih banyak harus bertindak. Sehingga pemkot perlu untuk bersinergis antar berbagai pihak dalam menangani soal banjir. Agar nantinya penanganan banjir tidak hanya menjadi janji-janji politik semata.

“Usernya pemerintah kota apalagi itu sudah menjadi janji-janji politik,” jelas Adib.

Sehingga menurut Adib, keputusan untuk dapat menangani banjir saat ini merupakan keputusan yang sangat mendesak. Sebab, dari hal itulah masyarakat dapat melihat seperti apa pemerintahan Arief Wismansyah selama dua periode.

Karena banjir merupakan permasalahan yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Sehingga yang menjadi pengkritik utama yaitu masyarakat langsung terhadap kinerja penanganan banjir oleh pemerintah kota. 

Untuk itu, penanganan banjir dengan skema yang serius bahkan jika memang dengan menggunakan teknologi dapat berjalan sukses. Tentu masyarakat akan puas dengan kinerja pemerintah, dan cap citra yang baik pun akan didapat.

Sebaliknya, apabila pemerintahan Arief selama dua periode masih belum maksimal dalam menangani banjir, tentu tidak dapat dipungkiri hal itu menjadi cap jelek dari masyarakag untuk pemerintah saat ini.

“Kalau sampai di akhir jabatan, beliau masih belum bisa menangani ini, saya kira akan menjadi beban politik,” tandasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya