CIPUTAT, Era pandemi yang telah mengurung Indonesia selama dua tahun terakhir ini, nampaknya tak menyurutkan langkah para Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tangerang Selatan untuk memberi sumbangsih positif bagi masyarakat.
Hal itu dibuktikan dengan lahirnya tiga program unggulan yang menjadi gebrakan bagi Fatayat NU Kota Tangsel dalam mewujudkan generasi perempuan yang cerdas dan maju.
Ketiganya, diluncurkan secara bersamaan di Taman Wisata Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Tangsel, Sabtu (12/3/2022) kemarin.
Gebrakan pertama, yakni kegiatan seminar arisan literasi digital. Acara tersebut berjalan dengan sangat menarik.
Dengan tema yang bertajuk “Gerakan Mama Cerdas dalam Memanfaatkan Peluang dan Tantangan Perkembangan Teknologi Digital”, PC Fatayat NU Kota Tangsel mengajak seluruh kaum perempuan untuk cerdas dan melek terhadap perkembangan digital.
Acara tersebut diisi oleh sejumlah tokoh hebat, mulai dari Koordinator Literasi Digital Kemkominfo Rizki Amelia, Influencer Arzeti Bilbina Huzaimi, Komisioner KPAI Margaret Aliatul Maimunah, serta Ketua PC Fatayat NU Tangsel, Nurul Mudrika.
Meski bertajuk arisan, kegiatan ini bukanlah berbentuk kegiatan yang identik dengan ibu-ibu pada umumnya. Namun berisi program-program edukasi digital yang diselenggarakan bergilir.
Koordinator Literasi Digital Kemkominfo, Rizki Amelia mengatakan, dalam Program Literasi Digital ini pihaknya menyiapkan kurikulum khusus terkait pengetahuan digital, serta narasumber-narasumber yang mumpuni dan telah terverifikasi.
“Selain itu, program ini memang telah diluncurkan secara masif oleh Kemkominfo dan berkolaborasi dengan banyak organisasi-organisasi di Indonesia, salah satunya Fatayat NU Tangsel,” ujarnya, Minggu (13/3/2022).
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Tangsel Nurul Mudrika menuturkan, kegiatan Arisan Literasi Digital merupakan program baru yang dibuat oleh PC Fatayat NU Tangsel. Selain memberi edukasi digital, program ini juga sebagai jembatan untuk memperat hubungan PC Fatayat NU serta masyarakat Tangsel.
“Terdapat tujuan khusus dibalik kata Arisan yang menjadi nama program baru ini. Arisan ini dapat menjadi ruang interaksi sosial sebagai ajang silaturrahmi rutin yang telah mengakar pada masyarakat indonesia,” terangnya.
Menurutnya, arisan bisa berjalan dengan baik jika ada komitmen dan tanggungjawab bersama oleh para anggota arisann. Maka dengannya program tersebut dapat menjadi wadah pembelajaran anggota Fatayat untuk menumbuhkan rasa solidaritas serta peningkatan kualitas tanggungjawab dalam diri anggota Fatayat.
“Arisan digital ini dilakukan secara bergantian dengan bergilir ke setiap kecamatan dan kelurahan di Tangerang Selatan,” imbuhnya.
Senada dengannya, Margaret selaku komisioner KPAI mengatakan bahwa perempuan harus tahu bahwa dalam mengasuh anak sekarang, tantangannya ialah berhadapan dengan teknologi.
“Karena teknologi dapat mempengaruhi perkembangan anak. Teknologi yang memiliki cakupan luas, dapat berdampak negatif dan positif, jika tidak ditanggapi dengan serius maka anak-anak akan terpengaruh hal-hal negatif,” terangnya.
Selain kegiatan arisan literasi digital, dalam kesempatan itu PC Fatayat NU Tangsel juga memiliki dobrakan kegiatan lainnya.
Salah satunya, adalah peluncuran sembilan bentuk non-fungible token (NFT) ekslusif yang menggambarkan karakter fatayat sesungguhnya.
NFT sendiri merupakan aset digital yang berbentuk karya seni maupun barang koleksi yang bisa dipergunakan untuk membeli sesuatu secara virtual.
NFT dianggap sebagai salah satu metode terbaik untuk jual beli aset digital. Sebab NFT menyediakan kepemilikan yang hanya bisa diakses pembeli dan penjual. Setiap NFT memiliki data catatan transaksi di dalam Blockchain. Data ini berisi tentang siapa penciptanya, harga, dan histori kepemilikannya.
Pembuatan 9 NFT Fatayat NU Tangsel ini sangatlah eksklusif. Sembilan gambar tersebut untuk mewakili bagaimana karakter Fatayat NU sesungguhnya.
Ketua Umum PC Fatayat NU Tangsel, Nurul Mudrika menjelaskan bahwa hasil penjualan NFT Fatayat NU Tangsel 100 persen disalurkan untuk penguatan program kerja serta pelatihan kader.
“Fatayat NU Tangsel menjadi Fatayat pertama yang meluncurkan NFT dan berharap dapat menjadi pionir bagi banom NU lain untuk mewarnai dunia NFT, sebagai ruang eksistensi bagi Fatayat NU Tangsel, serta menstimulus semua kader dalam mengeksplorasi peluang tak terbatas dunia NFT,” katanya.
Selain dua program tersebut, dalam kesempatan itu PC Fatayat NU Kota Tangsel masih memiliki satu program unggulan lainnya.
Gebrakan terakhir, yakni peluncuran website sebagai rumah informasi para anggota dan kadernya.
Nurul mengatakan, eksistensi setiap organisasi tidak cukup di dunia nyata saja akan tetapi juga di dunia digital, karena saat ini kita hidup di dua dunia tersebut. Untuk itu Fatayat NU Tangsel melaunching website Fatayat NU Tangsel, sebagai perwujudan Eksistensi di Era yang serba digital ini.
“Website ini dibuat sebagai kantor online bagi kader Fatayat NU Tangsel, rumah informasi dan komunikasi Fatayat NU Tangsel baik internal atau eksternal. Serta sebgai warisan bagi pengurus PC Fatayat NU Tangsel periode berikutnya,” jelasnya.
Hadir dalam peluncuran itu, KH Abdullah Mas’ud selaku Ketua PCNU Tangsel memberikan apresiasinya terhadap tiga gebrakan yang dilakukan oleh Fatayat NU Tangsel.
“PC Fatayat NU Tangsel memulai menggerakkan kesadaran masyarakat Fatayat untuk aware terhadap perkembangan teknologi informasi digital dan ini saya kita hal yang positif,” katanya.
Gus Mas’ud juga berharap program Fatayat NU Tangsel ini menginspirasi tidak hanya masyarakat di wilayah Tangsel tapi juga Fatayat di seluruh Nusantara. (RMN)
















Komentar