oleh

Banyaknya Event Olahraga Di Indonesia Menpora Ajukan Tambahan Anggaran Rp 3 T

JAKARTA – Indonesia akan menjadi tuan rumah banyak event internasional. Untuk mensukseskan itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 3 Triliun.

Rencanannya, tahun 2023 Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 untuk sepakbola, event bola basket FIBA World Cup dan World Beach Games. 

Menpora Amali mengatakan, event-event internasional di Indonesia akan digelar karena sudah menjadi komitmen pemerintah. Meskipun anggaran sebesar Rp.3.041.450.000.000 yang diajukan Kemenpora sebagai tambahan anggaran tidak masuk dalam pagu indikatif. 

“Jadi ini sesuatu yang pasti yang sudah dikomitkan oleh pemerintah, oleh negara tetapi belum dicantumkan dalam pagu indikatif maka kami cantumkan di dalam tambahan anggaran,” kata Menpora Amali dalam keterangan tertulisnya, saat melakukan Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, di Ruang Komisi X, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/6). 

Diterangkan Menpora, ada organisasi olahraga internasional yang membantu pembiayaan, seperti FIFA terkait World Cup U-20. Menpora Amali menegaskan FIFA tidak ingin kegiatannya itu dibiayai satu rupiah pun dari Indonesia.

FIFA memang mengeluarkan anggaran mulai dari urusan pengangkutan bus, hotel, dan lainnya. Sementara, anggaran yang diajukan Kemenpora dalam penambahan anggaran murni untuk renovasi stadion dan persiapan lainnya. 

“Jadi benar semua itu dibiayai (FIFA) tetapi bukan berarti karena semua dibiayai kemudian kita tidak mengeluarkan apa-apa. Tetap ada yang harus kita keluarkan sebagai tuan rumah, kalau FIBA bahkan ada hosting fee dan lain sebagainya,” katanya.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, Menpora menegaskan akan mengambil sebanyak mungkin kesempatan menjadi tuan rumah event olahraga internasional. 

“Kita akan ambil (menjadi tuan rumah), kalau event yang punya dampak benar-benar terhadap pengembangan prestasi. Kemudian pertumbuhan ekonomi dan tentu tentang diplomasi internasional. Jadi ada standar-standar yang akan dijadikan sebagai ukuran dari kami menerima atau tidak menerima tawaran tuan rumah,” ungkapnya. (SB/AY/ rm.id)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya