oleh

Dinas Lingkungan Hidup Bakal Aktivasi Kembali Puluhan TPS 3R di Tangsel

SETU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan bakal mengaktivasi kembali puluhan Tempat Pengolahan Sampah – Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) yang sebelumnya sempat tidak beroperasi di wilayahnya sepanjang 2022 ini.

Hal demikian dipaparkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, Minggu (13/2/2022).

“TPS 3R di kita ada 64, namun yang aktif itu ada sekitar 42 bangunan. Sisanya tidak aktif. Di tahun ini Kita akan reaktivasi, karena beberapa TPS 3R itu tidak aktif, dari berbagai kendala pengerjaan yang menyertainya,” papar Wahyunoto.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman saat meninjau salah satu TPS 3R di wilayah Pamulang, Tangsel. Foto : Istimewa

Wahyu mengatakan, aktivasi TPS 3R dilakukan guna mengoptimalkan pemilahan sampah sejak dini atau tahap awal, yakni dari masyarakat.

Tujuan utamanya, kata Wahyu, tentu guna mengurangi volume sampah sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Tergantung di kawasan mana yang produksi sampahnya besar. Tapi secara umum sampah sampai ke TPA itu bisa berkurang 10 persennya, karena sudah terpilah di TPS 3R,” jelas Wahyu.

Selain mengurangi volume sampah, Wahyunoto menerangkan, keberadaan TPS 3R ini juga memiliki fungsi lain yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Fungsinya, tak lain adalah menghadirkan nilai ekonomis bagi masyarakat.

Pemilahan sampah dengan benar, kata Wahyu, dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah. Hal itulah yang kini tengah sosialisasikan oleh pihaknya secara masif.

“Sampah itu ada nilai ekonominya. Sosialisasi kita tetap lakukan kepada warga masyarakat. Kita minta agar masyarakat memilah dari rumah. Nah kalau sudah dipilah dan diserahkan ke bank sampah, bank sampah ini kan sudah tersebar di masing-masing RT. Kan jadi ada nilai ekonomi. Baik yang non-organik atau organik juga sekarang sudah banyak dicari ditampung oleh asosiasi yang memanfaatkan sampah, contoh untuk bahan makan maggot, eco-enzim, dan lain lain. Apalagi sampah non organik,” terangnya.

Selain melakukan sosialisasi, di sisi lain Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel juga akan terus berupaya untuk menghadirkan beragam inovasi untuk masyarakat.

“Misalnya, kami ingin mengembangkan sistem atau aplikasi untuk penyerahan sampah yang sudah dipilah. Jadi sampah itu akan bernilai ekonomis. Masyarakat nantinya akan dapat poin atau sebagainya. Hadiahnya bisa dimanfaatkan untuk pembayaran BPJS misalnya, atau untuk beli token listrik, dan lain lain,” tuturnya.

Sistem itu, kata Wahyu, sudah dijalankan pada salah satu Bank Sampah di wilayahnya.

“Jadi setelah memilah, dia serahkan ke bank sampah yang didukung oleh aplikasi, dan nanti dapat poin. Poin itu bisa dikumpulkan,” tandasnya. (ADV)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya