oleh

Realisasikan Era 5.0, Kota Tangerang Bentuk Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi

TANGERANG – Era digitalisasi 5.0 menekankan point di mana teknologi dapat berjalan berdampingan dan mempermudah setiap pekerjaan yang dilakukan oleh manusia.

Dalam hal ini sampah menjadi salah satu permasalahan yang terjadi hampir di seluruh kota, salah satunya di Kota Tangerang.

Diketahui, hingga saat ini masih tempat penampungan sampah di TPA Rawa Kucing menerima 1.500 ton sampah setiap harinya.

Dengan begitu, untuk dapat meminimalisir sampah yang menumpuk di area akhir tempat pembuangan.

Maka, Pemerintah Kota Tangerang bersinergis untuk menjadi daerah pertama di Provinsi Banten yang akan membentuk Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL).

“Kota Tangerang menjadi salah satu dari 12 kota kabupaten se-Indonesia dan kota pertama di Provinsi Banten yang menjalani PSN (Proyek Strategis Nasional) ini,” tulis rilis Pemprov dalam laman resminya, Kamis (10/3/2022).

Perealisasian proyek tersebut sudah resmi setelah adanya penandatanganan yang dilakukan oleh Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah dalam perjanjian kejasama pembangunan dan pengoperasiaan PSEL.

Sebagai informasi, dalam proses pembangunan dan pengoperasian PSEL tersebut. Pemkot Tangerang dalam hal ini turut andil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk dapat menjalankan pembangunan tersebut bersama PT. Oligo Infra Swarna Nusantara.

Dalam kerjasama tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tihar Sopian menyampaikan bahwa proses penandatanganan yang dilakukan pada Kamis, (9/3/2022) menjadi sebuah langkah konkrit untuk segera merealisasikan proyek tersebut.

“Proses penandatanganan, menjadi progress nyata, dan kita segera bergerak lagi agar segera terealisasikan,” tutur Tihar dalam keterangannya, Jum’at (11/3/2022).

Dalam keterangannya, Tahir turut menjelaskan bahwa rencana pembangunan PSEL tersebut nantinya akan dapat mengolah sampah hingga 2.000 ton sampah setiap harinya. Dengan begitu, sampah yang sebelumnya masuk sebanyak 1.500 ton per-hari akan dapat diolah dengan maksimal.

Di sisi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tahir turut menyampaikan harapan bahwa Kota Tangerang akan menjadi kota terbaik dalam pengelolaan sampah.

Sebab, berkaca dari tahun 2008 sebelumnya, Kota Tangerang sempat dijuluki sebagai kota terkotor, namun dapat bangkit menjadi kota Adipura. Serta hal tersebut yang mendorong untuk dapat lebih baik dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, usaha tersebut tidak hanya dilakukan oleh pemerintahan saja, namun berharap semua elemen saling bergotong royong untuk merealisasikannya.

“Sekarang akan membangun PSEL dan harapannya Kota Tangerang dapat menjadi kota pengolahan sampah terbaik,” pungkasnya. (SH)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya